<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kebersihan vs Pembeli Nasi Kucing</title>
	<atom:link href="http://loenpia.net/blog/opini/kebersihan-vs-pembeli-nasi-kucing.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://loenpia.net/blog/opini/kebersihan-vs-pembeli-nasi-kucing.html</link>
	<description>Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:29:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: slams</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/opini/kebersihan-vs-pembeli-nasi-kucing.html/comment-page-1#comment-97446</link>
		<dc:creator>slams</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 04:23:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=555#comment-97446</guid>
		<description>wahhhh siapa tuh tadi yang buang sampah sembarangan? tak jewer kupingnya!!!

alhamdulilah saja juga pengembat nasikucing, tak tanggung2 tiap malam pasti mampir ke kucingan kalo gak hujan, walau sekedar minum jeruk anget atau secuil gorengan (baca=satu).

yg saya cari setelah makan adalah tempat sampah.
kalo gak ada ya diuntel untel, dilipet dibalangke sing dodol!!! *walah sadis men kowe le*, ya kalo terpaksanya buang aja dibawah gerobagnya!!!

itu cuma opini juga lho ya.
pesan ; JADI BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPAT SAMPAH (yg pantes dibilang tempat sampah)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahhhh siapa tuh tadi yang buang sampah sembarangan? tak jewer kupingnya!!!</p>
<p>alhamdulilah saja juga pengembat nasikucing, tak tanggung2 tiap malam pasti mampir ke kucingan kalo gak hujan, walau sekedar minum jeruk anget atau secuil gorengan (baca=satu).</p>
<p>yg saya cari setelah makan adalah tempat sampah.<br />
kalo gak ada ya diuntel untel, dilipet dibalangke sing dodol!!! *walah sadis men kowe le*, ya kalo terpaksanya buang aja dibawah gerobagnya!!!</p>
<p>itu cuma opini juga lho ya.<br />
pesan ; JADI BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPAT SAMPAH (yg pantes dibilang tempat sampah)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edwinvai</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/opini/kebersihan-vs-pembeli-nasi-kucing.html/comment-page-1#comment-77696</link>
		<dc:creator>edwinvai</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 01:25:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=555#comment-77696</guid>
		<description>Namanya juga manusia. Kita sendiri juga lupa betapa tidak bersihnya kita. Kita pikir fisik kita udah bersih, tapi hati kita belum bersih. Kita pikir wajah kita udah bersih, tapi pikiran kita masih sekotor tempat sampah. Tu kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya juga manusia. Kita sendiri juga lupa betapa tidak bersihnya kita. Kita pikir fisik kita udah bersih, tapi hati kita belum bersih. Kita pikir wajah kita udah bersih, tapi pikiran kita masih sekotor tempat sampah. Tu kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: she</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/opini/kebersihan-vs-pembeli-nasi-kucing.html/comment-page-1#comment-76483</link>
		<dc:creator>she</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 02:26:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=555#comment-76483</guid>
		<description>kalo gak penting ngapain juga ditulis mas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo gak penting ngapain juga ditulis mas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: didut</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/opini/kebersihan-vs-pembeli-nasi-kucing.html/comment-page-1#comment-76408</link>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 00:18:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=555#comment-76408</guid>
		<description>* fatho: hahaha~ jadi kelumrahan ini menjadi pembenaran yah buat orang-orang yang makan nasi kucing dan membuang sampahnya sembarangan? Saya berpikir kok malah mereka tidak mempunyai multitafsir sedalam itu. Membuang sampah dengan benar itu hanya kebiasaan dan automatisasi dalam kehidupan kita sehari hari kok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>* fatho: hahaha~ jadi kelumrahan ini menjadi pembenaran yah buat orang-orang yang makan nasi kucing dan membuang sampahnya sembarangan? Saya berpikir kok malah mereka tidak mempunyai multitafsir sedalam itu. Membuang sampah dengan benar itu hanya kebiasaan dan automatisasi dalam kehidupan kita sehari hari kok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fatho.falsafah</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/opini/kebersihan-vs-pembeli-nasi-kucing.html/comment-page-1#comment-76405</link>
		<dc:creator>fatho.falsafah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 20:32:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=555#comment-76405</guid>
		<description>Secara filosofisnya, nasi kucing memiliki multitafsir. Bisa jadi ditafsiri sebagai nasi yang disantap oleh kucing atau juga dapat diartikan nasi untuk manusia yang porsinya hampir sama dengan porsi makanan kucing. Kedua tafsiran ini memiliki kesamaan secara substansif yakni sama-sama berbasis binatang dengan obyek kucing. Jadi jika ada istilah nasi kucing identik dengan kekotoran dan ketidaktertiban, ya itu lumrah aja berdasarkan filosofis &quot;binatang&quot;. Kan belum ada kucing yang mau cuci piring bekas makannya sendiri, belum ada kucing yang mau menyapu kotoran yang diakibatkan dirinya sendiri. Kalo ingin nasi kucing itu identik kebersihan, mungkin harus diganti namanya menjadi nasi manusia ala porsi kucing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secara filosofisnya, nasi kucing memiliki multitafsir. Bisa jadi ditafsiri sebagai nasi yang disantap oleh kucing atau juga dapat diartikan nasi untuk manusia yang porsinya hampir sama dengan porsi makanan kucing. Kedua tafsiran ini memiliki kesamaan secara substansif yakni sama-sama berbasis binatang dengan obyek kucing. Jadi jika ada istilah nasi kucing identik dengan kekotoran dan ketidaktertiban, ya itu lumrah aja berdasarkan filosofis &#8220;binatang&#8221;. Kan belum ada kucing yang mau cuci piring bekas makannya sendiri, belum ada kucing yang mau menyapu kotoran yang diakibatkan dirinya sendiri. Kalo ingin nasi kucing itu identik kebersihan, mungkin harus diganti namanya menjadi nasi manusia ala porsi kucing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

