<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Loenpia dot net &#124; Komunitas Blogger Semarang</title>
	<atom:link href="http://loenpia.net/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://loenpia.net/blog</link>
	<description>Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!</description>
	<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 20:45:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Go Green with&#160;Buket</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/2008/07/18/go-green-with-buket/</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/2008/07/18/go-green-with-buket/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 20:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[buket]]></category>

		<category><![CDATA[kampanye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore (17/7/2008) Loenpia di undang oleh Buket-salah satu kedai kopi tempat kumpul  loenpia- untuk menghadiri perayaan ulang tahun Buket yang ke 5.
Pada perayaan tahun-tahun sebelumnya biasanya Buket selalu mengadakan syukuran dengan beberapa kemeriahan. Tetapi karena ini ulang tahun yang ke 5 yang bisa juga dianggap sebagai milestone perjalanan kedai kopi ini, mereka ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin sore (17/7/2008) <a href="http://loenpia.net" target="_blank">Loenpia</a> di undang oleh <strong>Buket</strong>-salah satu kedai kopi tempat kumpul  loenpia- untuk menghadiri perayaan ulang tahun Buket yang ke 5.</p>
<p>Pada perayaan tahun-tahun sebelumnya biasanya <strong>Buket</strong> selalu mengadakan syukuran dengan beberapa kemeriahan. Tetapi karena ini ulang tahun yang ke 5 yang bisa juga dianggap sebagai <em>milestone</em> perjalanan kedai kopi ini, mereka ingin mengadakan sesuatu yang lebih dari yang biasanya <strong>Buket</strong> lakukan untuk perayaan ulang tahun mereka.<br />
<a title="Go Green by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2677385231/"></a></p>
<p style="center;"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3051/2677385231_4cf8e24795_m.jpg" alt="Go Green" width="240" height="180" /></p>
<p>Kemarin sore <strong>Buket</strong> mengadakan kegiatan <em>Go Green Greenvironment</em>, <em>Five for Fighting from Buket to Earth</em>. Kegiatan diwujudkan dengan acara bersih jalan antara kedai kopi Buket yang lama sampai dengan kedai kopi <strong>Buket</strong> saat ini.<span id="more-521"></span></p>
<p>Selain untuk mengenang perjalanan <strong>Buket</strong>, acara ini dibuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi lokasi sekitar <strong>Buket</strong>. Karena menurut Yuki (PR Buket), masyarakat yang tinggal di sekitar <strong>Buket</strong> masih ada yang tidak mengenal kegiatan <strong>Buket</strong> itu sendiri sehingga dengan kegiatan ini selain sebagai kampanye bersih lingkungan juga mengenalkan keberadaan <strong>Buket</strong> kepada masyarakat sekitar.</p>
<p style="center;"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3077/2677384899_c0bf29b6a9_m.jpg" alt="Go Green - collect garbage" width="180" height="240" /></p>
<p>Kegiatan bersih jalan ini dimulai sekitar pkl. 15.30 dan berakhir sekitar pkl. 17.30. Para peserta memungut sampah-sampah yang mereka lewati sepanjang jalan dan dikumpulkan dalam satu tempat setelah sampai di <strong>Buket</strong>.</p>
<p style="center;"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3066/2678200344_1e81ccd4b9_m.jpg" alt="Go green - theater " width="240" height="180" /></p>
<p>Setelah kegiatan bersih jalan selesai, acara dilanjutkan dengan sedikit <em>happening art</em> yang kali ini di sajikan oleh teman-teman dari <strong>Roda Roda Gila</strong>. Mereka membuat suatu teatrikal dengan menempelkan beberapa sampah pada tubuhnya dan meminta peserta untuk memungut sampah tersebut dan menggantinya dengan sebuah cap hijau. Kegiatan teater ini merupakan kegiatan sampingan di saat para peserta berisitirahat setelah berjalan cukup jauh sekaligus membangun kesadaran lingkungan para peserta.</p>
<p style="center;"><a title="Go green - setelah  by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2677385095/"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3238/2677385095_5edcd5f2f1.jpg" alt="Go green - setelah " width="500" height="375" /></a></p>
<p><em>Keep forward Buket</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/2008/07/18/go-green-with-buket/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pesona Ungaran di Kampung Seni Lerep dan Watu&#160;Gunung</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/2008/07/13/pesona-ungaran-di-kampung-seni-lerep-dan-watu-gunung/</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/2008/07/13/pesona-ungaran-di-kampung-seni-lerep-dan-watu-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 11:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Munif</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[Ungaran sebuah kota sejuk yang terletak di Selatan Semarang, memiliki daya tarik baru dengan dibangunnya Kampung Seni Lerep. Ya, mendengar kata seni di dalam namanya tentu menjadi daya tarik sendiri. Daya tarik itulah yang mengundang rasa penasaran beberapa teman Loenpia untuk mengunjunginya. Tepatnya  pada Minggu, 13 Juli 2008, kami meluncur ke Kampung Seni Lerep untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="margin-left: 4px; margin-right: 4px; float: right;" src="http://farm4.static.flickr.com/3193/2663053087_fab3e04182_o.jpg" alt="" width="300" height="225" />Ungaran sebuah kota sejuk yang terletak di Selatan Semarang, memiliki daya tarik baru dengan dibangunnya <a href="http://kampungsenilerep.com/">Kampung Seni Lerep</a>. Ya, mendengar kata seni di dalam namanya tentu menjadi daya tarik sendiri. Daya tarik itulah yang mengundang rasa penasaran beberapa teman <a href="http://loenpia.net">Loenpia</a> untuk mengunjunginya. Tepatnya  pada Minggu, 13 Juli 2008, kami meluncur ke Kampung Seni Lerep untuk menuntaskan rasa penasaran kami.</p>
<p>Perjalanan dari pusat kota Semarang ke Ungaran tidak lah memakan waktu lama. Apalagi di hari Minggu yang lengang, dalam waktu kurang dari satu jam kita akan bisa berpindah dari pusat kota Semarang ke Ungaran. Jika kita sudah memasuki pusat kota Ungaran, tepatnya di alun-alun Ungaran, tanyalah kepada penduduk sekitar pasti akan langsung menunjukkan di mana letak Kampung Seni Lerep. Jika kita malas bertanya, mudah saja untuk mencapainya. Sampai di alun-alun Ungaran ikutilah petunjuk arah yang ada, tidak lebih dari 15 menit dari jalan utama, kita akan sampai di  Kampung Seni Lerep.<br />
<span id="more-520"></span><br />
Memasuki Kampung Seni Lerep kita langsung disambut oleh suasani asri dan eksotisme bangunan gerbang yang kental dengan citarasa seni. Turunan tangga akan mengantarkan kita ke beberapa tempat dan bangunan dengan sajian nilai seni dan budaya yang mempesona. Bangunan utama di Kampung Seni Lerep berbentuk rumah limasan. Dengan dua lantai, bangunan ini dapat difungsikan sebagai ruang pamer utama. Tidak hanya itu, bangunan ini juga diproyeksikan sebagai museum orang biasa yang mengoleksi barang-barang keseharian.</p>
<p>Yang cukup menarik adalah jembatan dari kayu yang cukup panjang yang membelah lereng bukit, dan tidak jauh di bawahnya adalah tempat terbuka yang dikonsep untuk pertunjukkan terutama untuk theater. Selain jembatan panjang tersebut, ada beberapa jembatan lainnya, baik jembatan yang membelah alur sungai kecil maupun jembatan yang menghubungkan jalan dengan beberapa bangunan.</p>
<p>Di Kampung Seni Lerep kita juga bisa langsung melihat seniman-seniman menuangkan karya. Mereka biasanya berada di sebuah pendapa kecil dan terbuka, sehingga pengunjung yang datang bisa langsung melihat proses kreasi mereka. Melihat konsepnya baik tempat maupun aktifitasnya, Kampung Seni Lerep memang pantas disebut sebagai kampung seni.<br />
<strong><br />
Watu Gunung</strong><br />
<img class="alignleft" style="float: left; margin-left: 4px; margin-right: 4px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3258/2663053207_1dba94ea2b_o.jpg" alt="" width="300" height="225" />Sekitar 500 meter dari  Kampung Seni Lerep, kita juga bisa mengunjungi tempat wisata yang cukup artistik. Tempat wisata tersebut bernama Watu Gunung. Dengan konsep wisata danau, tempat wisata tersebut menawarkan kesejukan danau buatan dan bangunan-bangunan dengan nilai artistik yang tinggi. Dari tempat tersebut kita juga bisa melihat langsung Gunung Ungaran.</p>
<p>Jangan salah, meski Watu Gunung berkonsep pemancingan, namun ini bukanlah kolam pemancingan yang menjual ikan. Kita bisa bersantai menikmati suasana pegunungan dan melihat pantulan gunung di danau buatan yang terlalu indah untuk tidak dilihat. Jadi tidak salah jika desa Lerep Ungaran menjadi tempat wisata yang benar-benar menarik untuk kita kunjungi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/2008/07/13/pesona-ungaran-di-kampung-seni-lerep-dan-watu-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>No Sex Until&#160;Married!</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/2008/06/09/no-sex-until-married/</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/2008/06/09/no-sex-until-married/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 18:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mociman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Loenpia pada hari Sabtu, 7 Juni 2008 kemarin diundang Indiesroom untuk menghadiri acara press conference untuk album perdana Refren yang berjudul No Sex Until Married di Kedai Baca T&#8217;Buko yang berada di daerah Sampangan.
Refren adalah band beraliran pop rock asal Semarang yang beranggotakan lima orang. Mereka adalah Dino (vokal), Agung (drum, perkusi), Indung (gitar), Nust [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="margin-right: 4px; margin-right: 4px; float: right;" src="http://i17.photobucket.com/albums/b76/emenev/refren-1.jpg" alt="" />Loenpia pada hari Sabtu, 7 Juni 2008 kemarin diundang <a title="Indiesroom's Blog" href="http://indiesroom.wordpress.com" target="_blank">Indiesroom</a> untuk menghadiri acara <em>press conference</em> untuk album perdana <a title="Refren Band" href="http://refren.blogspot.com/" target="_blank">Refren</a> yang berjudul <strong>No Sex Until Married</strong> di <strong>Kedai Baca T&#8217;Buko</strong> yang berada di daerah Sampangan.</p>
<p>Refren adalah band beraliran pop rock asal Semarang yang beranggotakan lima orang. Mereka adalah <strong>Dino</strong> (vokal), <strong>Agung</strong> (drum, perkusi), <strong>Indung</strong> (gitar), <strong>Nust</strong> (gitar) dan <strong>Dimas</strong> (bass). Terbentuk sejak tahun 2001, musik Refren dipengaruhi oleh band-band internasional seperti Coldplay dan Goo Goo Dolls.</p>
<p><span id="more-515"></span>Album No Sex Until Married terdiri dari 8 buah lagu, dengan lagu andalan No Sex Until Married. Dalam press releasenya, Refren mengungkapkan keputusan menggunakan No Sex Until Married sebagai judul album perdananya karena keprihatinan mereka akan mulai tidak terkendalinya budaya seks bebas di tanah air. Album ini memang banyak bercerita tentang arti sebuah hubungan dan resikonya. Album ini bisa didapatkan di <a title="Outlet indiesroom" href="http://indiesroom.wordpress.com/outlet/" target="_blank">outlet Indiesroom</a> dan di distro-distro terdekat di Semarang.</p>
<p>Menurut <a title="Blognya orang keren" href="http://ahmaddendi.com" target="_blank">saya</a>, album No Sex Until Married sangat bernuansa Padi. Tapi bukan berarti album ini tidak bisa dinikmati. Malah sebaliknya, sangat mudah dinikmati. Saya sendiri suka No Sex Until Married dan <strong>Tak Selamanya Indah</strong>.</p>
<p>Peluncuran album No Sex Until Married akan dilangsungkan pada hari <strong>Selasa, 24 Juni 2008</strong> pada pukul 22.00 WIB di <strong>Hugo&#8217;s Cafe</strong> Semarang pada acara <strong>SEMARANG FRESH CONCERT</strong> yang diselenggarakan oleh <a title="Indiesroom's Blog" href="http://indiesroom.wordpress.com" target="_blank">Indiesroom</a>.</p>
<p>Dari acara <em>press confrence</em> kemarin (yang kemudian berubah menjadi semi-diskusi), ada sebuah ungkapan fakta yang menarik (dan mengenaskan), yaitu betapa kurangnya antusiasme masyarakat Semarang atas hasil karya band-band asal Semarang sendiri.</p>
<p>Semoga saja Refren dan band-band asal Semarang, baik berbendera <em>indie</em> atau tidak, bisa terus menghasilkan karya-karya yang bagus, bervariasi dan bisa menjadi tuan rumah di kota sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/2008/06/09/no-sex-until-married/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rekap stand loenpia di BLPT Techno Expo&#160;2008</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/2008/06/05/rekap-stand-loenpia-di-blpt-techno-expo-2008/</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/2008/06/05/rekap-stand-loenpia-di-blpt-techno-expo-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 17:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Loenpia-ku]]></category>

		<category><![CDATA[BLPT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Yap, postingan ini merupakan rekapitulasi stand loenpia selama 4 hari di BLPT Techno Expo. Ini merupakan  kali pertama loenpia membuka stand di sebuah pameran dan terutama memberikan pelayanan pelatihan singkat secara private kepada pengunjung yang berminat dan mempunyai keinginan untuk membuat blog.
Hari Pertama

Pada malam sebelumnya (H-1) beberapa toekang loenpia sudah berada di lokasi buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yap, postingan ini merupakan rekapitulasi stand loenpia selama 4 hari di <a href="http://loenpia.net/blog/2008/05/15/loenpianet-di-blpt-techno-expo/" target="_blank">BLPT Techno Expo</a>. Ini merupakan  kali pertama loenpia membuka stand di sebuah pameran dan terutama memberikan pelayanan pelatihan singkat secara <em>private</em> kepada pengunjung yang berminat dan mempunyai keinginan untuk membuat blog.</p>
<p><strong>Hari Pertama</strong><br />
<a title="persiapan (Medium) by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2551588728/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3105/2551588728_0021095cbe.jpg" alt="persiapan (Medium)" width="500" height="375" /></a><br />
Pada malam sebelumnya (H-1) beberapa toekang loenpia sudah berada di lokasi buat persiapan stand dan melihat kondisi stand loenpia yang disediakan oleh panitia. Ternyata malam itu suasana sudah ramai sekali terutama stand-stand kuliner yang langsung berjualan di H-1. Jadi nemu tips buat kamu yang akan ikut pameran dan punya stand kuliner, langsung jualan aja di hari H-1 soalnya orang-orang yang sedang persiapan pasti laper dan haus berat dan akan segera menyerbu stand makanan yang tersedia.<span id="more-514"></span></p>
<p>Pagi hari I stand dibuka dan acara pembukaan menampilkan kesenian daerah berupa tarian Tonglek Thek-Thek Banyumasan. Tarian yang menarik karena mereka juga mampu menampilkan kesenian daerah dengan mengolah lagu-lagu pop yang ada saat ini.</p>
<p>Di hari I ini sempat panik karena ternyata stand kita jauh dari titik hotspot sehingga sinyal yang didapatkan di antara ada dan tiada. Untung aja ada <a href="http://g1ggs.multiply.com" target="_blank">Mas Ian</a> dengan koneksi IM2nya yang ngasih koneksi cuma-cuma dari stand sebelah (petunjuk: <em>yg mo pesen kue-kue via online bisa klik link mas ian</em>) . O iya, stand loenpia juga menampilkan produk-produk kewirausahaan dari beberapa toekang loenpia seperti <a href="http://loenpia.net/blog/2007/11/28/tahow-bukan-sekedar-tahu-biasa/" target="_blank">TaHow</a> dan <a href="http://vieinstyle.com" target="_blank">Vie in Style</a>. Selama jaga ternyata mulut gak bisa berhenti buat melahap TaHow yang jarang-jarang bisa didapatkan dengan bebas saat ini.</p>
<p>Di hari I tidak terlalu ramai kalo menurut saya, mungkin karena hari I pameran diadakan pada hari Kamis. dan sekali lagi sebagai blogger narsis tidak lupa foto-foto setelah tutup stand hari I.<br />
<a title="tutup I (Medium) by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2550764429/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3038/2550764429_693cc49e22.jpg" alt="tutup I (Medium)" width="500" height="375" /></a></p>
<p><strong>Hari kedua</strong><br />
<a title="Hari I (Medium) by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2551572134/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3064/2551572134_8818032dcd.jpg" alt="Hari I (Medium)" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Hari ini stand lebih ramai oleh toekang-toekang loenpia yang entah jaga stand atau melahap kuliner dari stand-stand kuliner di sekitar stand loenpia. Memang stand kita salah posisi (baca: <em>banyak stand makanan yang menggoda perut</em>) yang mengakibatkan mulut gak tahan buat lahap sini lahap sana.<br />
<a title="pengunjung 2 by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2544865859/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3271/2544865859_c42b088559_m.jpg" alt="pengunjung 2" width="240" height="161" /></a><a title="pengunjung 1 by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2545691530/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3156/2545691530_630922c13a_m.jpg" alt="pengunjung 1" width="240" height="161" /></a><br />
Hari ini stand kita juga mendapat perhatian dari Bapak Solichedi (Ketua KADIN Jawa Tengah) dan Bapak Haryanto Halim (Pemilik Marimas sekaligus <a href="http://semarangan.loenpia.net/kuliner/semawis-semarang.htm" target="_blank">Pengelola Semawis</a>). Mas Budi Putra dari <a href="http://asiablogging.com/" target="_blank">Asia Blogging Network </a>juga menyempatkan diri datang dan ngobrol-ngobrol soal blog sebentar.</p>
<p><a title="Tutup II (Medium) by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2551586708/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3074/2551586708_b8da567350.jpg" alt="Tutup II (Medium)" width="500" height="328" /></a><br />
Stand kita hari II berakhir sekitar jam 10 malam dimana stand-stand yang lain sudah tutup dan sepi. Mungkin memang blogger itu ramenya pas kopdar dan suka lupa waktu kalau sudah kopdar-an.</p>
<p><strong>Hari ketiga</strong><br />
Hari III sangat ramai di malam hari. Stand loenpia panen pengunjung yang mau buat blog sampai yang jaga stand kewalahan. Loenpia berusaha mengenalkan mesin blog lokal seperti <a href="http://dagdigdug.com" target="_blank">dagdigdug</a> atau <a href="http://blogdetik.com" target="_blank">blogdetik</a> untuk pengunjung yang datang yang ingin membuat blog. Tetapi kita juga tidak menutup buat permintaan pengunjung yang ingin membuat blog dengan blogspot atau wordpress, 2 <em>tools</em> blog yang paling banyak dikenal dan digunakan saat ini.</p>
<p><a title="III by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2551569590/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3178/2551569590_294e546f09_m.jpg" alt="III" width="240" height="180" /></a><a title="100_1032 by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2545896508/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3274/2545896508_0739e2214c_m.jpg" alt="100_1032" width="240" height="180" /></a><br />
Ajang pameran ini juga digunakan buat kopdaran toekang-toekang loenpia baru seperti <a href="http://sastra-dk.blogspot.com/" target="_blank">Dhika</a> atau yang biasanya tidak punya waktu banyak buat kopdar seperti <a href="http://beebob.wordpress.com/" target="_blank">Nabil</a> yang selama ini tinggal di asrama.</p>
<p>Di hari III ini juga diselenggarakan kompetisi musik tingkat SMP. Memang BLPT Techno Expo tidak hanya menampilkan pameran teknologi tetapi juga menampilkan ragam kesenian, workshop penulisan dan kewirausahaan.</p>
<p><strong>Hari keempat</strong><br />
<a title="vokal narsis by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2551655986/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3040/2551655986_653532e94b_m.jpg" alt="vokal narsis" width="162" height="240" /></a><a title="ga tau namanya 01 by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2550834957/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3103/2550834957_8ab189c855_m.jpg" alt="ga tau namanya 01" width="162" height="240" /></a><br />
Pada pagi hari pengunjung disuguhkan oleh penampilan kelompok band-band lokal. Hari sabtu dan minggu pagi, pengunjung didominasi oleh anak-anak SD dan SMP. Saya sampai geleng-geleng bagaimana anak-anak SD yang berusia tidak lebih dari 10 tahun sudah sangat pandai untuk searching di dunia maya dengan fasilitas hotspot dan komputer yang disediakan panitia.</p>
<p><a href="http://simpang5.wordpress.com/2008/05/29/ilik-sas-kompetitor-sebagai-teman/" target="_blank">Mas Ilik Sas</a> dari JRU yang mengagas kegiatan ini rupanya ingin mengembangkan minat anak-anak dan remaja disekitar pameran untuk menciptakan ide untuk cita-cita mereka di masa depan.</p>
<p><a title="penutupan (Medium) by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2551587814/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3126/2551587814_0beff01775.jpg" alt="penutupan (Medium)" width="500" height="375" /></a><br />
Pameran hari IV yang juga merupakan hari terakhir ditutup dengan penampilan wayang dongeng. Wayang yang agak tidak biasa ini menampilkan wayang fabel dengan karakter-karakter binatang sebagai lakon-lakonnya. Penampilan sang dalang dan pendukungnya sendiri agak atraktif karena sang dalang bergerak kesana kemari dan tidak diam saja selayaknya dalang tradisional. Bahasa yang digunakan juga bahasa khas Semarangan sehingga terdengar agak kasar bagi mereka yang tidak terbiasa dengan dialek semarangan.</p>
<p><a title="beres-beres by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2551571734/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3058/2551571734_a0d2aefc79.jpg" alt="beres-beres" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Lega karena semua berjalan lancar dan sampai jumpa di kegiatan loenpia yang berikutnya dan terima kasih buat semua toekang loenpia yang udah bantuin selama acara berlangsung di bawah sengatan matahari dan nikmatnya kebab itu.</p>
<p>PS: <em>semua skrinsut diambil dari berbagai macam sumber di <a href="http://groups.google.com/group/semarangan" target="_blank">milis loenpia<br />
</a></em> <strong>Postingan terkait</strong>:<br />
<a href="http://semarangan.loenpia.net/events/blpt-techno-expo-2008.htm" target="_blank">BLPT Techno Expo 2008</a> oleh <a href="http://semarangan.loenpia.net" target="_blank">Semarangan</a><br />
<a href="http://blog.mizanul.net/2008/06/blpt-techno-expo-2008/" target="_blank">BLPT Techno Expo 2008</a> oleh <a href="http://blog.mizanul.net/" target="_blank">Mizan</a><br />
<a href="http://didut.wordpress.com/2008/05/31/live-report-blpt-techno-expo-2008/#more-106" target="_blank">[Live Report] BLPT Techno Expo 2008</a> oleh <a href="http://didut.wordpress.com/" target="_blank">Didut</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/2008/06/05/rekap-stand-loenpia-di-blpt-techno-expo-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Untuk Masa&#160;Depan</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/2008/05/23/buku-untuk-masa-depan/</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/2008/05/23/buku-untuk-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 03:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Hari Selasa lalu (20/05/2008) Fian, Dendi, Yudi dan saya berkunjung ke Desa Kajar di Kota Kudus. Perjalanan ini diawali oleh ide Fian yang mau membantu seorang teman yang hendak membuka perpustakaan swadaya yang bernama TABA AINA di desanya.

Setelah di publish di milis dan berhasil mengumpulkan sedikit buku, kami bawa langsung ke Desa Kajar untuk diserahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Selasa lalu (20/05/2008) <a href="http://blog.fiandigital.web.id/" target="_blank">Fian</a>, <a href="http://ahmaddendi.com/" target="_blank">Dendi</a>, <a href="http://blog.hyudee.com/" target="_blank">Yudi</a> dan <a href="http://didut.wordpress.com" target="_blank">saya</a> berkunjung ke Desa Kajar di Kota Kudus. Perjalanan ini diawali oleh ide Fian yang mau membantu seorang teman yang hendak membuka perpustakaan swadaya yang bernama TABA AINA di desanya.</p>
<p><a title="Perpustakaan Desa Kajar by DIDUT, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2515429440/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2063/2515429440_7c542d415f.jpg" alt="Perpustakaan Desa Kajar" width="500" height="335" /></a></p>
<p>Setelah di publish di milis dan berhasil mengumpulkan sedikit buku, kami bawa langsung ke Desa Kajar untuk diserahkan langsung ke perpustakaan yang mereka bangun di sana. Berangkat dari Semarang jam 08.00 pagi dari jam 06.00 yang direncanakan. Semua terlambat bangun karena <a href="http://wiki.loenpia.net/index.php/Betemen" target="_blank">betmen-an</a> semalaman.<span id="more-513"></span></p>
<p>Hari itu kita mengendarai mobilnya <a href="http://ahmaddendi.com/" target="_blank">Dendi</a>. Saya sendiri langsung tertidur begitu pantat saya merasakan empuknya kursi mobil karena baru tidur sekitar jam setengah 4 pagi. Saya terbangun ketika merasakan guncangan yang cukup besar, ternyata kita nyasar di Desa Dempet, Demak. Ternyata gara-gara terkena racun omongan kalau jalan Semarang-Demak itu rusak maka sang navigator <a href="http://blog.fiandigital.web.id/" target="_blank">Fian </a>&amp; <a href="http://blog.hyudee.com/" target="_blank">Yudi</a> memutuskan untuk mengambil jalan pintas yang akhirnya malah <em>memblusukkan </em>kita di daerah tak bertuan dengan jalan yang amat parah dengan <em>handicap</em> yang tinggi untuk mobil sedan yang kita naiki. Benar-benar menemukan jalur rusak parah sepanjang kurang lebih hampir 15 KM.</p>
<p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://i274.photobucket.com/albums/jj273/fiandigital/IMG_3934ok.jpg" alt="" width="205" height="276" />Setelah sekitar 4 jam lebih berkendaraan (dari harusnya 2-3 jam) sampai juga kita di Desa Kajar. Udara Desa Kajar ternyata sangat sejuk karena terletak di daerah yang cukup tinggi seperti daerah puncak. Karena kita sudah terlambat, langsung kita serahkan buku-buku yang kita bawa. Hari itu ada sekitar 2 kardus buku yang kita bawa dari Semarang.</p>
<p>Ternyata anak-anak sangat antusias untuk melihat buku-buku yang kita bawa terutama komik-komiknya. Hati ini berasa sejuk melihat muka-muka gembira dari anak-anak yang menyentuh komik dan majalah yang kami bawa. Perpustakaan ini masih satu-satunya perpustakaan swadaya yang ada di Kota Kudus. Perpustakaan ini dibuat atas inisiatif beberapa remaja yang perhatian dengan langkanya akses terhadap buku untuk remaja di desa mereka.</p>
<p>Rencananya loenpia akan berkunjung berkala untuk mendonasikan buku bekas layak baca atau baru ke Desa Kajar. Untuk siapa saja yang mau mendonasikan bukunya bisa menghubungi Fian di no telp. 024-70441154.</p>
<p>Untuk temen-temen di luar kota Semarang, langsung saja kirim paket buku sumbangan anda ke alamat:</p>
<blockquote><p>Perpustakaan <a href="http://tabaaina.wordpress.com/"><strong>&#8220;TABA AINA&#8221;</strong></a><br />
d/a. Safitri<br />
Desa Kajar, Rt.03/I Dawe Kudus Jawa Tengah 59353<br />
atau dana di nomor rekening BNI Syariah Semarang 0127405812 a.n Safitri</p></blockquote>
<p>Sebenarnya setelah menyerahkan buku ada sedikit piknik ke <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2006/06/07/brk,20060607-78516,id.html" target="_blank">Taman Seni Nasional</a> tetapi saya tidak ikut karena ngantuk sekali.</p>
<p>Kami percaya bahwa buku merupakan akses untuk masa depan dan mudah-mudahan sedikit buku dari loenpia bisa membuka akses mereka untuk masa depan yang mereka inginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/2008/05/23/buku-untuk-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
