<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Loenpia dot net &#124; Komunitas Blogger Semarang</title>
	<atom:link href="http://loenpia.net/blog/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://loenpia.net/blog</link>
	<description>Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jan 2010 16:28:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Minum Teh ala Tukang Loenpia: Pagilaran</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/berita/minum-teh-ala-tukang-loenpia-pagilaran.html</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/berita/minum-teh-ala-tukang-loenpia-pagilaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 07:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dektitut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[
Pagilaran itu sebuah perkebunan teh. Satu jam dari Pekalongan dan tiga setengah jam dari Semarang. Perkebunan Teh Pagilaran dikelola oleh Universitas Gajah Mada, hasilnya sebagian besar di kirim ke luar negeri dan sebagian lagi di jual di dalam negeri. 
Katanya sih, teh Pagilaran itu enak bukan hanya karena tehnya. Tapi juga karena dibuat dengan menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/V8XCxNWJkyvVzAlh2c0MaQ?authkey=Gv1sRgCP_h5My7lujOzwE&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2BowbL-8JI/AAAAAAAAES4/R9fIlbCYpMs/s800/pagilaran71-300x225.jpg" alt="" /></a><br />
<em>Pagilaran itu sebuah perkebunan teh. Satu jam dari Pekalongan dan tiga setengah jam dari Semarang. Perkebunan Teh Pagilaran dikelola oleh Universitas Gajah Mada, hasilnya sebagian besar di kirim ke luar negeri dan sebagian lagi di jual di dalam negeri. </em></p>
<p><em>Katanya sih, teh Pagilaran itu enak bukan hanya karena tehnya. Tapi juga karena dibuat dengan menggunakan air dari mata air di Pagilaran. Katanya lagi, teh yang dibuat dengan air dari Pagilaran rasanya akan berbeda dengan teh yang dibuat dengan air dari Jakarta &#8211; misalnya, walaupun menggunakan daun teh dari Pagilaran. Jadi, sering sekali &#8211; orang-orang yang beli teh dari Pagilaran juga membawa air dari Pagilaran pakai jerigen-jerigen demi mendapatkan rasa yang sama.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>==================================================</p>
<p>Ini adalah KOPi DARat LUar KotA (KOLUKA) pertama saya. Hahaha &#8211; sebenarnya &#8211; setiap kopi darat saya dengan para tukang loenpia kan selalu luar kota ya. Wong saya tinggal di Wollongong. Ah, sudahlah.<span id="more-702"></span></p>
<p>KOLUKA pertama saya *<em>anggaplah demikian</em>* di kawasan argowisata Kebun teh Pagilaran &#8211; rencana koluka yang awalnya (seperti) main-main. Ada dua belas orang tukang loenpia yang ikut *<em>termasuk tukang loenpia ketjil</em>*: Okky, Titut, Gita, Dendi, Hars, Kopril, Slams, Pepeng, Didut, Mizan, ngggg *mikir*, Munif, dan Teguh. Kami berangkat (hampir) pagi-pagi dari rumah Dendi menggunakan dua mobil (mobilnya Dendi dan mobilnya Mizan) setelah sebelumnya mau nekat berangkat naik motor.</p>
<p>Kami sampai di Pagilaran jam 12-an &#8211; setelah mampir di warteg Bie Nyo (di Batang) dan rumah penyulingan minyak daun cengkeh dan daun (n)Dilem (di dekat Blado). Di Pagilaran, kami menyewa sebuah homestay &#8211; namanya Villa Alamanda III. Aseli, homestaynya besarrrrrrrrrr sekali: 6 kamar tidur, 3 kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang TV, 1 garasi dan halaman yang luas. Untuk homestay sebesar itu, kami hanya membayar Rp. 375.000 plus PPN 10%. Itu belum termasuk harga tiket masuk kawasan argo wisata Pagilaran &#8211; yang kalau nggak salah harga tiket perorangnya Rp. 2000,-.<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/t5OHyelW8kDgCgHMyarezw?feat=embedwebsite"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S15S1RV2pmI/AAAAAAAAENA/1bcN65QD16E/s400/21842_1304474487297_1093539861_30927597_4120720_n.jpg" alt="" /></a><br />
Pertama kali datang, kami langsung ke halaman belakang buat foto-foto dan melihat-lihat daerah sekitar. Habis itu &#8211; secara aneh beberapa betmen memilih untuk NONTON TV *<em>ck ck ck ck</em>* &#8211; daripada mengikuti agenda yang nggak mutu itu &#8211; saya, Gita, Slam, Okky, dan Kopril milih untuk jalan-jalan. Eh, taunya kesasar ke daerah outbond.<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/VL5hbpRSScoa2Ku8LKQ7zg?authkey=Gv1sRgCP_h5My7lujOzwE&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2BoyuQytdI/AAAAAAAAES8/s94-BGprDw4/s400/pagilaran.jpg" alt="" /></a><br />
Pas di sana, eh ternyata kabut turun. Wah, cantik sekali &#8211; nggak heran kalau bukit di dekat situ dinamai Puncak Kemulan. Soalnya, kabut yang turunnya cepat itu memang kayak kemul &#8211; menyebabkan kami tidak bisa melihat apa-apa.</p>
<p>Nggak berapa lama, saya di SMS Pepeng Escoret. Ternyata para betmen yang tadi pada nonton TV itu akhirnya memutuskan untuk menyusul. Sambil nunggu hujan, kami akhirnya juga menunggu para betmen itu di dekat kantor argowisata. Setelah kumpul &#8211; tadinya kami mau langsung ke pabrik teh, tapi ternyata sudah tutup. Akhirnya kami malah mampir ke gubuk kecil tempat jualan duren dan rambutan *<em>hihihi, belinya cuma satu buah duren dan satu ikat rambutan, tapi foto-fotonya lama benerrrrrrrrrrrrrrr dan ketawanya BESAR BESAR</em>*</p>
<p>Baru aja pulang dari makan duren dan rambuta, beberapa tukang loenpia mulai kelaparan dan memutuskan untuk berburu makanan. Saya, Gita, Okky, Kopril, Pepeng, Teguh, Mizan, dan Didut sepakat mencoba menu sate kambing Mbak Yona di Blado. Sambil duduk manis, kami menunggu pesanan: sate kambing dan tongseng. Hahaha, lucu melihat wajah Didut dan Kopril waktu melihat pesanan datang, karena satu tusuk sate itu dagingnya besar-besar sekali! Sate kambing ukurang JUMBO. Kayaknya, satu tusuk sate itu bisa dibuat tiga tusuk sate kambing ukuran normal *<em>nggilani ya? tapi enak kok</em>*<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/fJFbLtxDoEW5pX1tjJGltA?authkey=Gv1sRgCP_h5My7lujOzwE&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2BnoHcT8bI/AAAAAAAAESc/ke2yp5CJOKM/s400/IMG_1806.jpg" alt="" /></a><br />
Dan, kami kalah. Tidak ada satupun yang bisa menyelesaikan porsi pesanan yang kami pilih. Daripada memesan lagi, kami sepakat untuk membungkus yang tidak dapat kami habiskan untuk dibawa pulang. Eh, tapi &#8211; yang dibawa pulang itu bukan sisa lhoooo *<em>cepat-cepat membela diri sebelum dikeroyok</em>*. Sebelum mulai makan &#8211; kami sudah memisahkan duluan bagian yang kami pikir ga bisa kami selesaikan di piring BERSIH, baru setelah itu kami makan sisa yang tertinggal di piring kami.</p>
<p>Di koluka pertama ini, saya baru tau &#8211; kalau tukang-tukang loenpia itu punya cara aneh untuk tidur. Mereka ternyata lebih senang tidur di luar kamar. Jadilah kasur-kasur dipreteli dari tempat tidur dan diseret ke ruang TV. Tapi, ternyata cara itu lebih flexibel. Di atas kasur-kasur itu berbagai kegiatan bisa dilakukan: mulai dari makan, online lewat HP, main kartu sampai ngorok *<em>hihihi ada juga oknum yang ngorok dan kentut bau dan besar sekali</em>*. Ternyata juga, ada satu tukang loenpia yang lebih senang tidur di lantai daripada di kasur *<em>jangan-jangan sedang bernazar? heh</em>ehe*. Ada juga tukang loenpia yang lebih senang tidur sambil berduaan di kamar tidur *<em>colek Pepeng dan Dendi</em>* hahahahaha<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/2Wmi9sDS6WvBmmSX65pCRQ?feat=embedwebsite"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S15Sxy0wRBI/AAAAAAAAEM0/dOqwQO5IZM4/s400/21842_1304474367294_1093539861_30927594_2951202_n.jpg" alt="" /></a><br />
Biar sedang KOLUKA, ternyata nonton BOLA nggak boleh ketinggalan *<em>Huuuuu</em>*. Sampai malam, beberapa tukang loenpia duduk di depan TV nonton pertandingan sepak bola nasional. Beberapa tukang loenpia yang lain juga duduk di depan TV sambil mikir: &#8220;INI SELESAINYA KAPAN YAAAA?? MAU NONTON FILM NIIIII&#8221;.</p>
<p>Nggak jelas jam berapa kami mulai tidur. Nggak jelas juga jam berapa kami mulai bangun. Tapi, hebat lho. Jam setengah enam (atau jam lima ya?) tukang-tukang loenpia itu sudah pada jalan-jalan ke kebun teh. Saya sendiri baru keluar rumah setelah jam tujuh, karena mesti nunggu tukang loenpia ketjil bangun tidur dulu *<em>peluk Gita</em>*.</p>
<p>Kami beramai-ramai sarapan di warteg. Eh, kalau malas pergi-pergi sebenarnya juga bisa pesan makanan prasmanan gitu. Nama ibu yang menyediakan katering prasmanan itu Bu Kus. Kayaknya sih enak dan simpel. Tapi, kayaknya kami lebih senang untuk sengsara mencari-cari tempat makan di luar homestay.</p>
<p>Setelah sarapan, kami memutuskan pergi ke pabrik teh ditemani seorang bapak dari kantor Argowisata. Kami dibawa ke dalam pabrik untuk melihat proses pembuatan teh dan setelah itu juga dibawa menyusuri perkebunan teh yang maha luas *<em>dan maha jauh huhuhu</em>*. Di akhir acara tamasya jalan kaki di sekitar perkebunan teh itu, beberapa tukang loenpia membeli teh merek SRUPUT dalam paket kantong kertas: ada yang beli karena memang doyan minum teh, tapi ada yang beli dengan niat mulia ingin kurus *<em>bwahahahaaha</em>*</p>
<p>Setelah acara tea walk selesai, beberapa tukang loenpia dan tukang loenpia ketjil mencoba fasilitas out bond flying fox: yang dewasa membayar Rp. 10 ribu sementara yang anak-anak membayar Rp. 5 ribu. Kayaknya sih asik, walau saya nggak bisa mencoba karena siang itu saya salah kostum *<em>huuuu, nyesel</em>*.<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/yLDncjU0QOHmop-QagS8sw?authkey=Gv1sRgCP_h5My7lujOzwE&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2BnkulOodI/AAAAAAAAESY/N4ztg-9N4Vc/s400/flying%20fox%20pagilaran%202.jpg" alt="" /></a><br />
Jam sebelasan &#8211; kami merasa lelah dan bau. Jadi, kami memutuskan kembali ke homestay untuk bersih-bersih dan siap-siap pulang karena harus check out jam 13.00 *<em>info yang salah, karena ternyata check out nya boleh jam 14.00</em>* Setelah wangi dan saweran beberapa hal, akhirnya kami pulang ke Semarang, tapi sempat mampir di Kendal buat makan siang &#8211; di warteg dengan 30 makanan Jawa *<em>serimpingnya enak, tapi pecelnya super pedes</em>*</p>
<p><em>Eh, iya &#8211; kalau lain kali nginap di Pagilaran lagi &#8211; jangan lupa bawa GUNTING, supaya gigi tetap terjaga kesehatannya *colek Okky* Dan, ternyata waktu check in nya itu jam 7.30 hehe</em></p>
<p>==================================================</p>
<p><em>If you are cold, tea will warm you.  If you are too heated, it will cool you.  If you are depressed, it will cheer you.  If you are excited, it will calm you</em>.  ~Gladstone, 1865</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/berita/minum-teh-ala-tukang-loenpia-pagilaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk, nge-Podcast!</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/bagi-ilmu/yuk-nge-podcast.html</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/bagi-ilmu/yuk-nge-podcast.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 03:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagi Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[audio podcast]]></category>
		<category><![CDATA[podcast]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya selain melalui tulisan, gambar maupun video, kita juga bisa melakukan aktivitas blog melalui rekaman suara atau lebih dikenal sebagai Audio Podcast.

Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan free service host untuk file audio layaknya youtube untuk video atau flickr dan picasa untuk file foto/gambar.
Free service untuk audio podcast seperti podango sudah menutup jasanya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya selain melalui tulisan, gambar maupun video, kita juga bisa melakukan aktivitas blog melalui rekaman suara atau lebih dikenal sebagai <em>Audio Podcast</em>.<br />
<img class="alignnone" src="http://it.umn.edu/media/pic_podcast_463_full.jpg" alt="" width="330" height="244" /><br />
Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan <em>free service host </em>untuk file audio layaknya <a href="http://youtube.com">youtube</a> untuk video atau <a href="http://flickr.com">flickr</a> dan <a href="http://picasaweb.google.com">picasa</a> untuk file foto/gambar.</p>
<p><em>Free service</em> untuk audio podcast seperti podango sudah menutup jasanya dan yang saya temukan saat ini dan masih beroperasi, <a href="http://www.gcast.com">Gcast</a> sudah tidak menerima pendaftaran baru. Sayang sekali sebenarnya.<span id="more-685"></span></p>
<p>Kalau kamu masih nge-blog di penyedia blog gratis seperti wordpress ataupun blogspot tidak ada masalah. Tinggal diupload file audio kamu ke postingan yang kamu inginkan. Biasanya di wordpress ada tombol add audio dibawah judul.</p>
<p>Sebenarnya audio podcast cukup menyenangkan karena filenya yang ringan sehingga tidak berat untuk didengarkan secara <em>live</em>. Tidak seperti youtube yang cukup berat untuk ditonton secara <em>live</em>.</p>
<p>Salah satu blog<em> audio podcast</em> yang saya tahu adalah teman macet. <a href="http://www.temanmacet.com/">Teman macet</a> mengambil <em>niche</em> perkembangan teknologi dunia maya. Cukup menarik untuk <em>tau</em> perkembangan dunia maya di Indonesia.</p>
<p>Dibawah ini ada link untuk mendengarkan <a href="http://www.thetraveltart.com/travel-podcast-from-the-travel-tart-my-first-go/">interview pengalaman Anthony</a> selama mengunjungi semarang dan beberapa kota di Indonesia tahun lalu. Kalau mau tahu pendapat orang asing soal komunitas blog di Indonesia silahkan klik link dibawah postingan ini. Setelah klik akan terbuka window seperti window media player, tunggu saja sampai terdengar suaranya. Cukup ringan kok untuk didengarkan secara <em>live</em>.</p>
<p><a href="http://www.thetraveltart.com/wp-content/uploads/2009/12/Pestablogger-2009-The-Travel-Tart-Radio-Australia-Interview.mp3">Anthony\&#8217;s Interview about Indonesia Blogging Community</a></p>
<p><em>Picture courtesy</em>: <a href="http://it.umn.edu/media/pic_podcast_463_full.jpg">it.umn.idu</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/bagi-ilmu/yuk-nge-podcast.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KoLuKa AKhir Tahun 2009</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/loenpia-ku/koluka-akhir-tahun-2009.html</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/loenpia-ku/koluka-akhir-tahun-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Loenpia-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Bedono]]></category>
		<category><![CDATA[Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Api Uap]]></category>
		<category><![CDATA[Koluka]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Kopdar Luar Kota (KoLuKa) akhir tahun 2009 loenpia cukup seru. Dari pagi hari saya, Mbak Wiwik, Ocha &#38; Ari W menemani anak-anak dari program FORCE Loenpia yang diundang Mbak Etty menaiki kereta uap di Ambarawa. Karena ini kesempatan yang jarang untuk didapatkan maka kami cukup bersemangat untuk naik kereta uap ini.

Kami naik dari Stasiun Bedono, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kopdar Luar Kota (KoLuKa) akhir tahun 2009 loenpia cukup seru. Dari pagi hari <a href="http://didut.wordpress.com" target="_blank">saya</a>, <a href="http://wiwikwae.com" target="_blank">Mbak Wiwik</a>, <a href="http://neng-ocha.com/" target="_blank">Ocha</a> &amp; <a href="http://ariw.maxdon.net/" target="_blank">Ari W</a> menemani anak-anak dari program <a href="http://force.loenpia.net" target="_blank">FORCE Loenpia</a> yang diundang Mbak Etty menaiki<a href="http://semarangan.loenpia.net/wisata/wisata-kereta-uap-ambarawa.htm" target="_blank"> kereta uap di Ambarawa</a>. Karena ini kesempatan yang jarang untuk didapatkan maka kami cukup bersemangat untuk naik kereta uap ini.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0Ls49mwxiI/AAAAAAAAD9c/PjA5gZYsDR0/s400/IMG_0009%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Kami naik dari Stasiun Bedono, ternyata memang banyak bangunan peninggalan bersejarah yang membisu untuk diceritakan kembali. Cerita lengkapnya mungkin nanti akan diceritakan melalui <a href="http://force.loenpia.net" target="_blank">blog FORCE</a>.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0Ls7S5zP3I/AAAAAAAAD9g/YatyheBbikw/s400/IMG_0015%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><span id="more-678"></span>Setelah kembali ke Semarang dan mendudukkan pantat sejenak ternyata panggilan kopdar luar kota untuk menghabiskan akhir tahun 2009 tidak dapat ditolak. Akhirnya <a href="http://wongsableng.com/" target="_blank">Hars</a>, Aisah, <a href="http://okkyokha.co.cc/" target="_blank">Okky</a>, <a href="http://ple-q.com/" target="_blank">Yogie</a>, <a href="http://lawabiroe.blogspot.com/" target="_blank">Lowo</a>,<a href="http://niffo.net/" target="_blank"> Munif</a>, Wuri, <a href="http://ariw.maxdon.net/" target="_blank">Ari W</a>, <a href="http://koprilia.com/" target="_blank">Kopril</a> dan saya menggunakan motor bersama-sama menuju Jepara menyambangi Nining yang tidak bisa pulang ke Semarang di akhir tahun 2009.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0PTRH8uZnI/AAAAAAAAD-w/OGlqjYV-fP4/s400/DSC04199%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Didepan Mess Nining </p></div>
<p>Saya sempat kehilangan rombongan dari bubakan, semarang tapi ketemu lagi di demak sudah mau menuju jepara. Jepara juga ternyata sangat ramai pada malam tahun baru. Kami habiskan waktu tahun baru di mess Nining saja, ngobrol sambil menghabiskan waktu dengan makan seafood. Karena rumah nining dekat dengan pantai jadi pesta kembang api terlihat dari depan rumah.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0PTR44gQrI/AAAAAAAAD-0/8AFYg4u6UXI/s400/IMG_1260%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="266" /><br />
Paginya atas usul nining kita menuju ke Pantai Pailus (kalau tidak salah ingat nama). Dasar <em>tukang narsis</em>, bukannya main air malah foto-foto dipantai. Setelah capek ambil foto dan jum&#8217;at-an akhirnya Endang mentraktir kita Pizza di Palm Beach. Pizza yang buatnya 1 jam itu langsung abis dalam waktu 1 menit.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0PTTZ5tSzI/AAAAAAAAD-4/TDZO7FUBfX4/s400/DSC04254%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><em>Wah</em> lain kali kelihatannya kita harus langsung ke Palm Beach saja karena fasilitasnya kelihatan lumayan lengkap seperti ada banana boat, walaupun pada hari libur pantai ini tampak seperti pasar karena ramainya.</p>
<p>Tidak puas dengan pizza akhirnya kita makan bakso juga sebelum kembali ke Semarang. Memang lidah orang jawa susah dikenyangkan dengan yang namanya roti.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0PTY1Guc3I/AAAAAAAAD_E/aU7rIR_SEH8/s400/IMG_1329%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="266" height="400" /><br />
Terus sudah selesai kopdarnya? <em>weitsss </em>.. ternyata <a href="http://www.tobytall.wordpress.com/" target="_blank">Mbak Titut </a>yang sedang melakukan survey di Indonesia untuk gelar Phd-nya datang ke semarang. Jadilah kita kopdar di burjo singosari dengan bintang tamu tambahan Mbak Titut dan <a href="http://escoret.net/blog/" target="_blank">Pepeng sang escoret</a>. Ramai sekali tawa kita malam itu, mungkin karena beberapa orang seperti Aisah, Mbak Titut dan Pepeng hanya bertemu didunia maya saja.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0PTZ0u1M0I/AAAAAAAAD_I/t_inyMY-WbI/s400/IMG_1346%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="266" /><br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S0PTaY5IrxI/AAAAAAAAD_M/92xdIHdh_Fs/s400/IMG_1348%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p>Setelah selesai nge-burjo, Mbak Titut dan Pepeng tinggal di rumah saya sampai keesokan harinya. Saya sendiri sudah langsung tepar begitu sampai rumah walau suasana rumah ramai, sudah<em> gak</em> kuat melek.</p>
<p>Begitulah sedikit bagaimana<a href="http://loenpia.net" target="_blank"> loenpia</a> menghabiskan waktu di akhir tahun 2009.</p>
<p><em>Good luck everyone for 2010!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/loenpia-ku/koluka-akhir-tahun-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Touring De Yogya &#8211; Solo</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/loenpia-ku/touring-de-yogya-solo.html</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/loenpia-ku/touring-de-yogya-solo.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 10:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Loenpia-ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[
Liburan 3 hari di tanggal 18, 19, &#38; 20 Desember dimanfaatkan oleh beberapa toekang Loenpia untuk kembali ‘njajah beberapa kota di Jawa Tengah. Touring Semarang-Yogya-Solo bersama Hars, Ocha, Okky, Munif, Kopril, Ahmed, dan Yogie dimulai pada hari jumat tgl 18 Desember 2009 dengan tujuan awal kota Yogya. Berangkat dari Semarang sekitar pukul 15.00 dengan rencana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="IMG_0976 by oky_okha, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/32995113@N06/4215606316/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2789/4215606316_735b278ea9.jpg" alt="IMG_0976" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Liburan 3 hari di tanggal 18, 19, &amp; 20 Desember dimanfaatkan oleh beberapa toekang Loenpia untuk kembali <em>‘njajah </em>beberapa kota di Jawa Tengah. Touring Semarang-Yogya-Solo bersama <a href="http://wongsableng.com/" target="_blank">Hars</a>, <a href="http://neng-ocha.com/" target="_blank">Ocha</a>, <a href="http://okkyokha.co.cc" target="_blank">Okky</a>, <a href="http://niffo.net">Munif</a>, <a href="http://koprilia.com" target="_blank">Kopril</a>, <a href="http://phlog.ahmeddee.com/" target="_blank">Ahmed</a>, dan <a href="http://ple-q.com/" target="_blank">Yogie</a> dimulai pada hari jumat tgl 18 Desember 2009 dengan tujuan awal kota Yogya. Berangkat dari Semarang sekitar pukul 15.00 dengan rencana pertama ke tempat mba’ Vie di Yogya. Setelah sekitar 4 jam perjalanan plus berhenti untuk makan di Magelang, tepatnya di Ayam Kosek Panjiwo, akhirnya sampai juga di Yogya. Sekitar pukul 20.30 wib kita beranjak menuju XXI Empire untuk acara nobar (nonton bareng) film AVATAR.<span id="more-674"></span></p>
<p>Rombongan nobar bertambah dengan bergabungnya sodara Ulie dari Loenjak (Loenpia Jakarta) yang kebetulan sedang pulang kampung ke Sleman serta Mba Evie &amp; Traju. Selama 2,5 jam menikmati AVATAR, mata kita dibuat terpukau keindahan setting tempat, alur cerita, serta kemegahan sound di Empire XXI. Keluar dari cinema, kita beranjak menuju ke angkringan Pak Man di daerah Tugu Yogya. Suasana Yogya masih terlihat ramai meskipun waktu menunjuk pukul 24.00 wib. Cerita pun mengalir diselingi canda tawa, dan bertambah lagi Pepeng yang kebetulan juga sedang pulkam.</p>
<p><a title="1 by oky_okha, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/32995113@N06/4214869139/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2497/4214869139_967c21c7f5.jpg" alt="1" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Siang harinya rombongan yang mulai berpencar dan hanya menyisakan <a href="http://wongsableng.com/" target="_blank">Hars</a>, <a href="http://okkyokha.co.cc" target="_blank">Oky</a>, <a href="http://neng-ocha.com/" target="_blank">Ocha</a>, <a href="http://niffo.net" target="_blank">Munif</a>, dan <a href="http://vieinstyle.com/web">mba Vie</a> bergerak menuju Festival Seni yang diadakan di Shopping Yogya. Berkunjung ke suatu tempat terasa kurang afdhol tanpa foto-foto, walhasil berbagai sudut di festival seni menjadi sasaran kita untuk berfoto. Perjalanan berlanjut ke daerah Wijilan untuk menikmati makan siang di Gudeg bu Lies dan menyempatkan diri sejenak sholat di Masjid Agung Yogya. Kemudian kita beranjak ke kafe di Lt. 3 Mirota Batik untuk bergabung kembali dengan Pepeng dan Kopril yang kebetulan juga ada Momon dan Coro dari Cahandong Yogya.</p>
<p>Sore harinya rombongan bergerak menuju Solo untuk menghadiri ulangtahun yang 1 komunitas Blogger Solo, Bengawan. Rombongan Hars, Munif, Ocha, Oky, Pepeng, dan Kopril langsung menuju ke TBS Solo, tempat acara berlangsung sekaligus tempat bermalam malam itu. Acara Bengawan berlangsung mulai pukul 20.00 sampai sekitar pukul 22.00 diisi dengan penceritaan sejarah kota Solo. Hadir juga saat itu seorang editor MSN, Margaretha, yang baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul Have a sip of Margaretha.</p>
<p><a title="IMG_1113 by oky_okha, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/32995113@N06/4214841851/"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4052/4214841851_92f728ffc9.jpg" alt="IMG_1113" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Esok paginya rombongan beranjak dari Solo menuju ke Klaten. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri sarapan soto di depan gerbang keraton Solo. Di klaten kita mampir ke Pemancingan Janti, Polanharjo. Sekitar 2 jam kita di pemancingan, dan kita memutuskan untuk mengunjungi objek wisata air yang ada di daerah tersebut. Pemandian Umum Cokro Tulung atau lebih dikenal Umbul Cokro menjadi jujugan kita berikutnya.</p>
<p>Pemandian yang terletak di Cokro itu selalu dipadati oleh pengunjung di hari-hari libur. Hiburan dangdut siang itu benar-benar menghibur pengunjung yang berkunjung siang itu, termasuk para jeruk bosok yang dibuat ngeces dengan goyangan penyanyi dangdutnya. Setelah Pepeng &amp; Kopril puas mandi sambil menikmati dangdut diatas pentas, maka rombongan segera bersiap untuk kembali pulang ke Semarang yang sebelumnya menyempatkan diri mampir ke pertapaan Juragan Tribal di Mojosongo, Boyolali.</p>
<p><a title="IMG_1206 by oky_okha, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/32995113@N06/4214849185/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2706/4214849185_d0d14e7937.jpg" alt="IMG_1206" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Benar-benar liburan yang menyenangkan. Capek selama perjalanan dengan motor terbayar dengan tempat-tempat yang rata-rata baru kita kunjungi. Semoga koluka berikutnya akan lebih menyenangkan.. J</p>
<p>Sampai jumpa di acara Koluka selanjutnya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/loenpia-ku/touring-de-yogya-solo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suicide Biasa yang Luar Biasa</title>
		<link>http://loenpia.net/blog/berita/suicide-biasa-yang-luarbiasa.html</link>
		<comments>http://loenpia.net/blog/berita/suicide-biasa-yang-luarbiasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 05:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BunSal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loenpia.net/blog/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Semarang di Kamis malam, 10 Desember 2009 terasa gerah. Hujan yang tak rajin, tak juga hilangkan panas di Desember yang harusnya basah. Namun, segera setelah berbalas sapa dengan Latree Manohara dipintu masuk lobby gedung Ki Narto Sabdo, Jl Sriwijaya no 29 semalam, gerah pun menguap. Ada banyak harap bisa lewatkan malam dengan sukacita. Tuntutan untuk tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semarang di Kamis malam, 10 Desember 2009 terasa gerah. Hujan yang tak rajin, tak juga hilangkan panas di Desember yang harusnya basah. Namun, segera setelah berbalas sapa dengan <a href="http://elmanohara.blogspot.com/" target="_blank">Latree Manohara</a> dipintu masuk lobby gedung Ki Narto Sabdo, Jl Sriwijaya no 29 semalam, gerah pun menguap. Ada banyak harap bisa lewatkan malam dengan sukacita. Tuntutan untuk tahu se biasa apa sebuah proses bunuh diri dari seorang Latree.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-662 alignnone" src="http://loenpia.net/blog/wp-content/uploads/2009/12/LoenpiaLatree-300x225.jpg" alt="Loenpia&amp;Latree" width="300" height="225" /></p>
<p>Diskusi peluncuran buku berjudul &#8216;Suicide&#8217; yang ditulis Latree,  dibuka dengan pembacaan salah satu cerpen yang ada dalam buku tersebut. Kondom! Untuk sesiapa yang berumur 13 tahun ke atas, tak mungkin tak tahu kata ini. Mengapa kondom? Kita simpan pertanyaan ini untuk segera nikmati esensi suatu bunuh diri.</p>
<p>Pelakon Vicky dari teater Roda Gila bukakan mata setiap hadirin dipertemuan semalam, betapa biasanya bunuh diri.<br />
&#8220;Bapak dan Ibu, juga saudara-saudara sekalian. Malam ini, ijinkan saya mati..&#8221; <span id="more-661"></span></p>
<p>Dua tangan kekarnya diikat kencang dilengan kursi. Dia minta waktu nikmati beberapa isap rokok didetik-detik akhir hidupnya. Terakhir, selembar plastik tebal disungkupkan dikepala dan diikat kencang. Kuningnya lampu sorot, tak mampu redam merah wajah si suicider. Se penjuru ruangan terpaksa menahan napas. Entah berharap kematin yang menyegera untuk sang pelakon, atau berharap keajaiban&#8211;plastik tebal tersebut punya cukup lubang, untuk biarkan sang pelakon bertahan hidup. Tak jadi mati. Hidup adanya.</p>
<p>Sreeeek!</p>
<p>Plastik tebal terobek.</p>
<p>Hadirin memastikan sinar hidup sudah kembali ke wajah Vicky, sebelum kemudian berikan applaus dengan segenap jiwa.</p>
<p>Sang pelakon masih hidup!</p>
<p>Kengerian dan kesesakan masih menggantung, walau sang pelakon sudah kembali ketempat duduknya, entah dipojok mana dari ruangan. Dan semakin mengkristal didenting organ, juga suara merdu Latree. Lagu &#8216;Suicide&#8217; teresap sempurna. Bahwa, terkadang, bunuh diri indah. Untuk mereka yang lakukan dengan jiwa. Juga biasa, untuk mereka yang harus mati atas nama sesuatu.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-663 alignnone" src="http://loenpia.net/blog/wp-content/uploads/2009/12/Loenpia-dapet-buku-300x225.jpg" alt="Loenpia dapet buku" width="300" height="225" /></p>
<p>3 perform awal diatas, mengantar dimulainya diskusi buku dengan pembicara <a href="http://rumahputih.net/" target="_blank">Aulia A Muhammad</a> dan <a href="http://www.facebook.com/people/Triyanto-Triwikromo/554428849" target="_blank">Triyanto Triwikromo</a> serta dipandu moderator Agunghima. Agunghima sendiri sekaligus editor dari buku &#8216;Suicide&#8217;.<br />
Dari diskusinya sendiri, satu benang merah yang tertangkap adalah&#8211;Bahwa meski Latree mengangkat tema keseharian biasa di sebagian besar cerpen-cerpennya, kebiasaan tersebut justru menguatkan setiap cerita.<br />
Disamping itu, trend menjadikan isi blog personal menjadi satu buku masih ada. Bahkan cenderung semakin popular. Pun tak menutup kemungkinan, lahirnya satu genre sastra baru, yaitu cyber sastra.</p>
<p>Kembali ke cerpen &#8216;Kondom!&#8217; yang dibacakan dengan luarbiasa oleh Erna-Sawo Kecik, bahwa Latree hanya tuliskan kebiasaan hidup sehari-hari. Jurang pemahaman yang menganga lebar, hanya untuk penerimaan-penolakan pemakaian kondom. Dimata juga otak lelaki. Dimata dan rasa perempuan.<br />
Biasa yang semakin menguar dibuku. Begitu biasanya, hingga beberapa kata seperti &#8216;bordes&#8217;,<a href="http://macefrancis.wordpress.com/2005/10/21/silentium/" target="_blank">&#8217;silentium</a>&#8216; dan beberapa bahasa jawa yang terselip didalam buku,dimengerti dengan sempurna. Bahkan, untuk pembaca yang tak bisa berbahasa jawa, pun yang baru saja temukan dan membaca kata-kata tersebut.</p>
<p>Sukses Latree. Kami tunggu buku-buku selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loenpia.net/blog/berita/suicide-biasa-yang-luarbiasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
