Usaha Komunitas Loenpia dot net untuk ekspansi ke dunia wirausaha terus berlanjut. Kali ini berkat undangan Mas iLik sAs dari JRU (Jaringan Rumah Usaha), Loenpia yang diwakili oleh Munif, Yudi, Lowo, Didut, Dendi, Hars, Pak Kawi, dan Evi hadir dalam acara Forum Wedangan yang bertempat di Rumah Makan Padang Nusantara Jalan Pandanaran, Rabu (7/5). Forum Wedangan kali ini sengaja diminta Pak Andaka Wirawan, pemilik RM Padang Nusantara untuk menempati lantai dua RM-nya. Baca Selengkapnya »
Loenpia Hadiri Forum Wedangan
Smaradhana Batik Semarang ing Lawang Sewu
Masih ingatkah saudara dengan salah satu pariwara produk kesehatan [Tolak Angin] berjudul “Truly Indonesia” yang dibintangi oleh Butet Kartaredjasa dan Agnes Monica di Anjungan Bali, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pada salah satu adegan iklan tersebut terdapat dialog sebagai berikut:
…”Batik …” Kata Butet
“Truly… Indonesia” Jawab Agnes Monica sambil membatik …
Dialek Semarangan, Sing Piye Nda?
Semarang bukan cuma Lawang Sewu. Semarang bukan cuma loenpia (kalo Loenpia.net ini jelas beda tentunya :p
. Semarang bukan cuma Simpang Lima. Semarang bukan cuma Tugu Muda. Semarang bukan cuma rob dan banjir. Seperti Purwokerto dengan dialek Jawa-banyumasannya (yang ngapak-ngapak itu), saya yakin Semarang juga punya dialek sendiri. Selama ini bagi kita yang orang awam mungkin hanya menjawab seperti ini kalau ditanya dialek khas Semarang itu yang seperti apa: “Halah pokokmen nganggo ik, ok, he eh, nda, ndhes..ki lho” (Pokoknya ada ik, ok, he eh, nda, ndhes itu lho-Nin, terj. bebas). Setidaknya kita memiliki insting kebahasaan bahwa kita berbicara dengan logat yang berbeda dari orang Purwokerto, misalnya. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Kalau orang yang pernah belajar dialektologi pastinya akan lebih kritis. Tapi saya tidak akan membahas dialektologi di sini, hehe. Baca Selengkapnya »
Balada Semarang dan Rob
Kalau anda lahir di Semarang, atau pernah tinggal di Semarang atau mungkin hanya sempat mampir di Semarang atau yang paling ekstrim pernah mendengar atau membaca tentang Semarang, satu hal yang tidak asing untuk diketahui adalah kuantitas air yang melimpah dan dari tahun ke tahun memiliki wilayah sebaran yang semakin luas.
Kota Semarang yang merupakan daerah pesisir Utara pulau Jawa dibagi menjadi dua daerah utama yaitu Semarang Bawah yang berada di sebalah Utara dan mempunyai kontur landai yang menurut cerita jaman dahulu terbentuk akibat pendangkalan serta Semarang Atas yang berada di daerah Selatan dan meiliki kontur yang berbukit-bukit. Baca Selengkapnya »
Alun-alun Semarang Tinggal Nama

(alun-alun Semarang tahun 1935 dengan latar Masjid Besar Kauman)
Alun-alun (Jw : aloon-aloon) merupakan rancangan pusat kota tradisional asli Indonesia yang pada awalnya adalah konsep perkotaan masa kerajaan Hindu Majapahit. Banyak diduga bahwa alun-alun di keraton Islam merupakan turunan dari konsep alun-alun pada masa Hindu. Banyak yang belum mengungkap bahwa revolusi agama atas kedatangan Islam telah mengubah konsep alun-alun peninggalan Hindu. Baca Selengkapnya »

