Archive | Relax

BLUSUKAN KOTAGEDE

Posted on 09 September 2011 by intan sera

Berawal dr obrolan kopdar buber loenjog, mbak evi n mas pepeng yg pengen jalan2 di kotagede. Menyusuri gang2 sempit kotagede dan mengunjungi situs peninggalan kerajaan Mataram Islam Pertama.
Setelah rembugan sana sini di milis, dan trit yg selalu dinamis maka rencana awal yg ditetapkan tgl 4 sept berubah menjadi 3 sept, maap2 ya yg gak tau ttg perubahan. Diambil tgl tersebut berbarengan dg rencana para DiJe Ro_lin yg menghadiri Open House rumah baru mas pepeng.


Beranggotakan 6 pria (mas pepeng, mas fian, mas jeep-ban, mas yudhie, hars n slem) dan 1 wanita tercantik (mbak evie) jam 17.00 mereka sampe  ke kotagede, tepatnya rumah saya.

Menyusuri labirin (halah) kotagede yg tertata rapi perjalanan di mulai dr rumah kalang (yg sempet muncul di video clip Kla – Yogyakarta). Disebut rumah kalang karena dulu milik orang kalang, yaitu saudagar keturunan Gujarat yg di lingkungannya dilindungi tembok tinggi / dikalang (ceritanya).

Kemudian lanjut melalui kampung rumah kuno Citran yg jalannya sangat sempit. Kemudian menuju Bermuning, sebuah sendang tp diluar tembok istana jadi diperuntukkan untuk masyarakat umum.


17.30 sampailah di Masjid Besar Mataram, masjid pertama yg dibangun bersama dg kerajaan Mataram Islam Pertama. Jadi sebelum Keraton Yogyakarta berada di tempat yg sekarang, awalnya adalah di Kotagede dan dibangun oleh Panembahan Senopati, kemudian dipindahkan ke daerah Plered, baru kemudian dipindahkan ke tempat yg sekarang. Jadi tatakota kotagede persis dg kraton sekarang. Sebelah timur keraton adalah alun2 utara (sekarang menjadi perkampungan alun2), kemudian sebelah utara alun2 utara adalah pasar pusat perekonomian rakyat.

Muter2 kompleks Masjid sebentar, oh ya disana ada jam yg ditempel di sebuah tugu. Jadi (mungkin) jaman dahulu belum banyak yg punya jam, jd jam merupakan fasilitas umum (ini analisa saya). Karena sudah terlalu sore kami memutuskan untuk tidak mengunjungi makam. Oya mas jeepban sempat mengajak saya untuk nengok ke sendang selirang, tempat mandi anggota kerajaan. Tapi karena sesuatu hal (melihat sesuatu yg indah) dan dia takut imannya tergoda J) maka dia mengurungkan niatnya. Dan melarang anak2 untuk menuju tempat tersebut. Hahaha.. padune dipek dewe.

17.40 terdengar suara bedug, kemudian di ikuti adzan maghrib, yup kita semua sholat di masjid besar itu. Sepertinya ini juga baru kali ke-2 ato 3 saya sholat disana. Komentar mbak evi: adem, tenang.. Komentar mas yogie: khusyuk, imam membaca dengan lambat tidak ter-gesa2.. Seusai sholat, ketika kami akan meninggalkan masjid agak kaget juga sandal yg semula kacau balau di depan masjid sudah ditata rapi oleh sesorang gak tau siapa dan pd posisi siap dipakai.

Lanjut kearah timur masjid, menuju kampung dondongan, masih merupakan tanah keraton sehingga rumah yg ada disana tidak boleh berujud bangunan permanen. Ditempat itu kemaren digunakan untuk shooting Sang Pencerah.

IMG_9094 (Large)
Belok kiri ke arah pasar, nemu tukang jamu.. hyaaaaa.. mbak evi langsung deh order kunir asem, di ikuti anak2 lain yg pesen jamu pegel linu komplit pake telur, madu n anggur. Tapi ada salah satu anggota pria yg pesen beras kencur..!! itu pun dg “tombo” (jamu rasa manis) yg diminum bergantian dan setengah dipaksa oleh anggota yg laen. Tak usahlah saya sebutkan siapa, nanti saya gak diundang di rumah baru yg ada angkringannya.. #eh


Lewat pasar kotagede yg full dengan jajanan pasar menggoda, kemudian kembali menuju rumah untuk lanjut ke angkringan Lik Adhi yg terkenal (di Kotagede hehe). Angkringan Lik Adhi terletak di perempatan Giwangan, sebenernya bukan angkringan, warung makan tepatnya cuma menu yg ditawarkan mirip angkringan. Segala macam gorengan, sate, nasi kucing, nasi bakar, burung puyuh, wedang jahe n juga fav mbak evi wedang asem. Semua mengambil porsi jumbo, pokok-e piring dr bambu dikebak-i. Tapi setelah di-lihat2 ternyata paling mengerikan adalah porsi si Hars hahaha.. Gila..!!

keren2 yak.. :))
Yah selesai sudah perjalanan kami menyusuri kotagede, terlalu singkat memang lha le do teko nge-pas caaaah.. Ditutup dengan ngobrol gak jelas ttg layar sentuh kapur board pak guru jeepban dan rencana pembentukan BBM (beib2 messanger)..

Comments (16)

Tags: ,

Ekspedisi Goa Pindul

Posted on 15 April 2011 by slams

ARE YOU READYYYYY!!
Woiii cuiy, Tim Ekspedisi alam Loenpia menjajah jogja lagi cuiy!

Kali ini ekspedisi berjudul  “PINDUL CAVE TUBING” yang artinya masuk goa (hehe mbayangin goa yang lain). Mbah Fian Digital sebagai korlap sudah  berhasil meracuni kita, gue, mizan, didut, hars, evi dan teman-teman fotografer berhasil luluh oleh rayuan mawutnya untuk ikut ekspedisi goa.

Horeeee perjalanan kali ini aku gak mabuk, cuma pusing sedikit, inget ya! cuma pusing dikit. Cara menangkal mabuk kali ini bisa dibilang manjur, aku sama sekali gak minum antimo, pakai jimat anti mabuk, pakai masker ijo rumah sakit, atau minum jamu tolak angin, tapi disepanjang perjalanan aku tidur di kursi belakang dan membuka kaca biar angin alami masuk bwahahaha, biar dikata ndesa juga luweh, Kwarepmyuu “I hate Air conditioner”.

Eniwey #abaikan soal mabuk tadi, saya mau ngenalin pemandu jalan kita. Namanya Intan, seorang gadis cantik berjilbab yang membawa senjata andalan Kamera Olympus E300 ini baru saja merayakan hari kelahiran untuk ke 28 kali, konon katanya belum menikah #eaaaaa. Bulan januari lalu sudah pernah kesana dan satu satunya manusia mengetahui letak goa pindul.

Hari itu, Minggu 10 April 2011 merupakah hari bersejarah untuk kami bersebelas (wah udah bisa bikin tim sepakbola inih). Berangkat pukul 8 pagi dari Jogja Expo Center setelah sarapan bubur 1 mangkok tanpa minum, perut masih lapar, nyesel gak makan soto pagi itu. 1 mobil dan 3 motor menyusuri lika-liku jalan di gunung kidul, eh ngemeng-ngemeng itu siapa yang bocor ban sampe 2 kali? kayanya yang bonceng membawa sial tuh *ahihihihi nahan ketawa*.

Perjalanan normal sekitar 1 jam, tapi karena ada acara ban bocor jadi molor sampe 2 jam, tapi alhamdulilah wasyukurillah semuanya selamat sampai TKP *ongkang-ongkang kaki dimobil*.

Okelah kalo beg beg begituuu, petualangan didalam goa mungkin akan terasa lebay, jadi silahkan ke kamar mandi dulu *ngapain kek!* terus balik lanjutin baca lagi.

Mulut Goa Pindul

Kami dibekali perlengkapan super mutakhir, yaitu sebuah baju pelampung yang warnanya menonjok. Sepasang sepatu karet putih mirip sepatu bola tahan air, ebusett nomor 43 habis cuy, hmmm sepatu ini tahan cutter gak ya? dudududu *mainan cutter*. Sebuah Donat ukuran jumbo warna hitam alias Ban dalam truk buat ngapung di air, dan bisa dipastikan ini bukan ban motor si Hasbi yang tadi bocor dijalan. Continue Reading

Comments (13)

Tags:

Semarang Urban Jazz Crossover

Posted on 24 May 2010 by okky

Hanya di Urban Jazz Crossover, Saksikan kolaborasi musisi-musisi Indonesia dari beragam genre favorit anda. Show spektakuler untuk semua penikmat musik Indonesia.

Adalah sebuah tagline manis yang dibawa Dji Sam Soe untuk menarik penikmat musik Indonesia hadir dan menikmati suguhan yang dikemas dalam judul “Urban Jazz Crossover”. Semarang menjadi kota ke-3 dari 5 kota yang termasuk dalam rangkaian tour dan kebetulan juga menjadi kesempatan ke-3 juga Semarang menjadi tuan rumah. Continue Reading

Comments (9)

KoLuKa ke Tawangmangu dan Sarangan

Posted on 06 April 2010 by neng oCHa

Hai! Ketemu lagi dengan oCHa disini! :)) Ya ya ya, maaf saya menyerobot jatah kang Sopyan untuk posting. Lha daripada postingannya basi nunggu dia, ya sudah saya saja. :p *alesan* Jadi ceritanya, akhir pekan panjang minggu lalu, yaitu tanggal 2-4 April 2010, beberapa dari kami mengadakan koluka (kopdar luar kota) ke Tawangmangu dan Sarangan. Di manakah itu? Ada disini, kira2. Klik saja kalau kekecilan :p Continue Reading

Comments (21)

Loenpia dan Sumpah Pemuda

Posted on 28 October 2008 by ninazski

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!!

Continue Reading

Comments (20)

Tags:

Pagelaran Semarang Just Jazz 2008

Posted on 12 October 2008 by hyudee

just JazzIni bukan pertama kalinya saya menyaksikan pergelaran musik jazz yang diusung dengan nama Just Jazz ini. Dan yang jelas, akhir-akhir ini pergelaran musik semacam ini sangat sering bermunculan di kota Semarang. Dan yang jelas, antusiasme para penikmat musik aliran jazz ini sudah mulai beragam, dari yang tua maupun yang muda atau dari para bapak-bapak yang notabene orang penting, karyawan, eksekutif muda, sampai abegeh pun ada.

Continue Reading

Comments (9)

Tentang Loenpia

Loenpia dot net adalah wadah bagi para blogger Semarang dan sekitarnya, yang berdiri pada 15 Oktober 2005. Dengan tujuan bisa menjadi media bagi blogger yang mempunyai keahlian dan kreatifitas dalam bidang apapun, untuk bersama membangun citra Kota Semarang menjadi lebih baik dan maju.

>>> Cara Gabung Komunitas Loenpia.net

Rolin – Radio Loenpia

Kotak pesan


Loenpia.net Facebook