Ada sebuah acara yang sangat menarik sekali untuk masyarakat semarang pada saat menyambut datangnya bulan puasa, yaitu dugderan.Acara dugderan ini diadakan setahun sekali ketika bulan ramadhan akan tiba, dan pertama dugderan ini ada pada masa Bupati Semarang yang pada waktu itu dijabat oleh RMTA Purbaningrat pada tahun 1891 memberanikan diri untuk menentukan mulainya hari puasa.
Dan kata dugderan ini sendiri berarti du adalah bunyi beduk dan der adalah bunyi meriam. yang ketika itu pembukaan dari dugderan itu sendiri ditandai dengan bunyi beduk dan meriam.
Kali ini bersama loenpia yang diusung oleh Pepeng, kopril, hars, ari W, mizan mencoba melihat bagaimana kemeriahan dugderan yang kali ini diadakan di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah. Berangkat dari jam 5 sore sehabis kumpul di Javamall kita meluncur ke area dugderan itu berada. sampai disana terlihat berjubel manusia memadati area belakang masjid agung jawa tengah itu. dugderan ini diramekan dengan penjual-penjual yang menjajakan aneka jajanan dan aneka kerajinan gerabah dan pakaian. Baca Selengkapnya »
Penasaran! Mungkin itulah perasaan ketika saya mewakili Loenpia bersama Hyudee dan Novi Prasetyo diundang Female Semarang untuk menghadiri seminar bisnis yang menghadirkan Rhenald Kasali dan dengan host Farhan. Ini adalah kali pertama saya bertemu dengan dua orang populer tersebut. Tentu keingintahuan untuk mengetahui performa Rhenald Kasali dan Farhan secara langsung menjadi pertimbangan untuk menghadiri acara yang berlangsung pada 19 Agustus 2008 di Hotel Santika tersebut.
Apapun tema acara tersebut tentu tidak terlalu penting bagi saya, karena Rhenald Kasali dan Farhan tentu tidak bisa terkungkung dengan tema yang disuguhkan. Benar saja, meski acara tersebut bertema “Strategi Entrepreneurship dan Menjadi Powerhouse Indonesia” tapi menurut saya ini adalah tentang pengalaman hidup Rhenald Kasali dan Farhan.
Baca Selengkapnya »
.JPG?imgmax=512)
Memaknai kemerdekaan indonesia yang menginjak usia 63 tahun ini memang sangat absurd. Absurd karena banyak kesentimentilan muncul, absurd karena memang sangat banyak rakyat Indonesia yang belum bisa menikmati kemerdekaan yang sudah rilis dari 63 tahun ini. Ditengah carut marutnya negara ini ranah blogsphere yang merupakan arena bebas berpendapat dan mengeluarkan opini memaknai dan menghayati benar arti kemerdekaan. Berbagai posting bernada penghayatan kemerdekaan yang mewarnai blogsphere disusul dengan kegiatan memeriahkan kemerdekaan dengan macam macam cara. Semarang sebagai basis perjuangan Republik Indonesia pun tidak mau ketinggalan dalam bersolek mewarnai kemerdekaan. Optimisme mulai timbul seiring semakin majunya negara dan pidato kenegaraan om SBY yang full janji manis. Semoga bener bener terlaksana. Baca Selengkapnya »