31 Mar 2008

JAMU 28 Maret 2008

23 Komentar

Sajian JAMU (Burjo-an Akhir Minggu) kali ini kita adakan pada hari Jum’at, 28 Maret 2008. Hari Jum’at kemarin udara pas cerah sehingga memungkinkan kita buat lesehan karena meja Burjo yang ada di deket UNDIP kayaknya gak muat nahan pantat jeruks dan 2 apel yang bosok-bosok ini.

jamu 28/3/2008

Cukup banyak juga yang datang sekitar 15 orang. Saya datang pertama kali dan langsung mengembat bubur ayam tanpa basa basi karena perut masih kosong, berturut-turut Pak Sukawi, Yudi, Pepeng, Munif, Dendi, Ahmed, Hars, Budi, Kopril, Nina, Fian, Nining, Ari, Ari W, Traju, Lowo dan Mizan.

Kali ini sebenarnya kita membahas cukup banyak seperti pembahasan updating blog-blog loenpia, tentang pengelolaan milis serta bercandaan khas loenpia. Baca Selengkapnya »

9 Mar 2008

Java Jazz, Musik, dan Devisa

16 Komentar

ACID JAZZ: Incognito, dedengkot acid jazz dari Inggris, tampil pada hari pertama dan hari terakhir Java Jazz Festival 2008 yang digelar selama tiga hari (7-9/3) di JCC Jakarta.  Photo by Asep BS

ANTUSIASME penikmat musik tidak kendur sampai hari terakhir Java Jazz Festival, semalam.  Dipuncaki dengan pentas utama Kenneth “Babyface” Edmonds, The Manhattan Transfer, dan Incognito, pentas skala dunia tersebut mampu menyedot lebih dari 20.000 penonton hingga akhir pergelarannya selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (7/3).
Antrean penonton yang sangat panjang senantiasa terlihat di depan pintu-pintu masuk special show. Bahkan beberapa penonton terpaksa makan di dalam antrean karena takut kehilangan posisi terdepan bila harus makan di stan makanan terlebih dahulu. Tidak sedikit dari penonton  membawa anak-anak mereka yang masih balita di dalam kereta dorong.
Jika dibandingkan dengan Jak Jazz yang lebih menekankan apresiasi, Java Jazz terlihat lebih meriah karena menonjolkan pada faktor industri ketimbang seni semata. Tengok saja, di setiap lorong bangunan Jakarta Convention Center, sekitar 19 panggung bersanding rapat dengan puluhan bahkan seratusan stan-stan pameran yang menawarkan berbagai produk mulai dari kerajinan UKM hingga industri mobil.
Pilihan artisnya pun lebih variatif dan justru kurang menghadirkan para kampiun jazz standar. Musik fusion, pop, R&B, dan acid jazz lebih banyak mengetengah. Ini barangkali dimaksudkan untuk dapat lebih banyak penonton sehingga dampak komersial dan industri diharapkan mampu terpenuhi.
Merchandise resmi berupa kaos, mug, tas, dan topi eksklusif yang ditawarkan di stan-stan sponsor, laris manis diserbu penonton. Sementara di luar arena, para pedagang kecil tidak mau ketinggalan berjualan merchandise tak resmi dengan kualitas dan harga yang tentu saja berbeda. Baca Selengkapnya »

Aggregator Loenpia