30
Apr
2007
Untuk merayakan rilis terbaru Ubuntu 7.04 (Codename : Feisty Fawn), maka kami dari komunitas Ubuntu Indonesia wilayah Semarang mengundang para pengguna Ubuntu, pengguna Linux dan tentu saja siapapun yang ingin tahu atau tertarik untuk menggunakan Ubuntu Linux ke acara Feisty Release Party ini.
Acara ini terutama untuk temen-temen yang sudah sangat lama merindukan aktifnya kembali komunitas linux semarang, semoga acara ini nantinya bisa menjembatani untuk pembahasan diskusi tentang kegiatan-kegiatan selanjutnya seputar Linux di Semarang. Intinya sih semoga bisa mengawali untuk pembentukan kembali komunitas linux semarang.
Acara Semarang Feisty Release Party akan diadakan pada:
Tanggal : Minggu, 6 Mei 2007
Tempat : Ruang Serba Guna Politeknik Negeri Semarang Tembalang Semarang
Waktu : 08.00 - selesai
Biaya : GRATIS plus plus, (dapet CD Ubuntu GRATIS serta DVD Repository GRATIS), datengnya jangan telat aja biar masih kbagian.
Baca Selengkapnya »
30
Apr
2007
Sepertinya pecel sudah jadi makanan yang umum untuk di Pulau Jawa apalagi di Jawa Tengah dan setiap orang pasti sudah punya rekomendasi tempat makan pecel paling enak menurut kesukaannya. Nah kalo buat orang yang dari luar Kota Semarang pengen nyobain pecelnya semarang kayaknya warung pecel bu sumo bisa jadi salah satu rujukan buat makan pecel yang enak. Dari bentuk pecelnya sendiri sih dari isi sayuran tidak terlalu berbeda dengan pecel-pecel lainnya tetapi yang agak istimewa dari warung bu sumo yaitu pilihan tambahannya (topping) yang super lengkap, ada telor mata sapi, gorengan, babat, paru, jantung dll. Saya sendiri biasanya memilih babat dan telor mata sapi sebagai menu tambahan. Gorengan di warung ini dijamin gurih soalnya kadang-kadang gorengan yang ada di warung suka lembek kalau sudah dingin. saya rekomendasikan gorengan bakwannya kalau ke warung bu sumo. Bumbu kacang-nya pun rasanya oke, pas lah pokoknya. Warung pecel bu sumo sepengatahuan saya ada 3 (tambahin ya kalo kurang), 2 ada di Jl. Kyai Saleh dan 1 di Jl.
Setiabudi. Untuk petunjuk bagi orang yang bukan Semarang, warung yang di Kyai Saleh letaknya di belakang rumah sakit Karyadi. Di perempatan lampu merah (mentri supeno kalo gak salah), belok kanan, warung bu sumo ada disebelah kiri sekitar 100 meter-an dari lampu merah. Untuk yang di Jl. Setiabudi kalo dari arah kota bawah ke Tembalang, warung bu sumo terletak sekitar 250 meteran sebelum patung diponegoro Tembalang.
25
Apr
2007
ketika mendengar kata Sabang, yang paling cepat terlintas dalam benak kita adalah lagu berujudul Dari Sabang Sampai Merauke yang entah siapa penciptanya. hal itu jugalah yang terlintas di kepala saya ketika Etty mengajak saya main ke kota di ujung barat Indonesia itu. antara penasaran dan ragu juga karena perjalanan yang di tempuh lumayan panjang dari Semarang dengan harga yang tidak murah dan waktu yang tidak terlalu banyak karena kewajiban saya pada anak anak didik saya setiap sore yang hampir ujian membuat saya dan dia membicarakan dan merencanakan perjalanan ini dalam beberapa kali chat, email, sms, telephone dan akses komunikasi apapun yang bisa kami gunakan dengan cepat di sela sela kesibukan masing masing.
Setelah diskusi panjang akhirnya saya dan eyang berangkat juga ke Banda Aceh tanggal 13 April lalu. perjalanan yang tak terlalu panjang tapi harus diakui cukup menakutkan karena ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat dan menakutkan pula untuk keluarga saya terutama ibu mengingat beliaulah yang hoby nonton berita kecelakaan transportasi yang sedang sering terjadi. but thank’s God perjalanan selama 7 jam itu berjalan dengan sukses.

sampai di ibukota NAD kami sudah di jemput Etty di bandara Sultan Iskandar Muda. dari bandara kamu mampir untuk membeli makan malam baru kemudian tancap gas ke rumah etty di daerah Peuniti. beberapa hari kami jalan jalan berkeliling di Banda Aceh dan melakukan apa yang di sebut Etty “disaster tour” alias melihat sisa sisa tsunami dan tentu saja melihat berapa banyak yang sudah di bangun kembali oleh para NGO hampir dari seluruh dunia (dan tentunya melihat bentuk nyata dari apa yang dilakukan BRR dan secara tidak sadar membandingkannya :P
Baca Selengkapnya »
21
Apr
2007

Santai saja, tulisan ini spoiler free…
Kala, film nasional ini baru saja dirilis dan saat ini bisa ditonton di bioskop. Film ini lahir dari Joko Anwar, sutradara dari Film Janji Joni yang telah terlebih dulu menuai kesuksesan. Filmnya sendiri aku rasa cukup istimewa dan lumayan memenuhi hype, bagi yang mengikuti perkembangannya. Joko Anwar sekali lagi telah menunjukkan keahliannya sebagai sutradara.
Film ini bercerita tentang sebuah negeri antah berantah yang sedang dilanda kekacauan. Tokoh utamanya, Janus adalah seorang wartawan yang hidupnya sedang kacau, pekerjaan dan keluarganya berantakan. Ketika dia sedang mengikuti sebuah kasus pembakaran lima orang oleh massa di sebuah terminal, dia mulai terlibat dalam sebuah skema cerita yang lebih besar, melibatkan harta karun nasional dari jaman raja-raja dahulu, tradisi, dan lengkap dengan nuansa mistiknya.
Menurutku yang paling istimewa dari film ini adalah setingnya. Tiap scene serasa sebuah karya seni yang indah. Latar belakang, pencahayaan, kostum semuanya bagus. Dan Istimewanya lagi, terutama bagi warga Loenpia adalah bahwa seperti film Gie terdahulu, sebagian besar film ini gambarnya diambil di Semarang! Lokasi yang paling banyak diambil adalah bangunan - bangunan kuno kota kita ini. Jadi akan sering sekali tampak Kota lama dan Lawang Sewu. Namun menurut sutradaranya memang sengaja tidak mengeksploit landmark-landmark terkenal di Semarang, karena seting film ini adalah negeri antah berantah, bukannya Semarang. Namun tetap saja bagi warga Semarang, akan tetap bisa mengenali. Bahkan Lawang sewu dipakai untuk beberapa shoot sebagai tempat yang berbeda-beda. Film ini telah menetapkan standar yang tinggi di perfilman Indonesia dari segi artistiknya. Film-film berikutnya sebaiknya malu, kalau tiap scenenya hanya asal shoot, yang seakan-akan effortless. Kudos buat seluruh kru film Kala. Pokoknya film ini highly recomended, terutama bagi warga Semarang.
Kalau boleh sedikit kritik, mungkin adegan orang merokoknya dikurangin, memang sih asap rokoknya dipadu dengan cahaya remang-remang memang terlihat art, tapi busyet deh, setiap orang di film ini sepertinya perokok! Kedua mungkin bentuk pedang-nya si Fahrani itu yang terlalu video game bgt, coba ganti dengan pedang biasa, golok, atau keris. Itu saja, Kalau tentang hal yang lebih dalam lagi, saya kurang tahu, saya orang awam
Silahkan kalau ada yang mau ikut sumbang kata tentang film ini dan tentang Semarang. Atau ikut mereview? tulis saja dulu di bagian komentar, kalau oke, saya naikkan ke artikel utama. 
Blog Resmi Film Kala : http://deadtimethemovie.blogspot.com/. Gambar juga diambil dari sana. Lihat lebih banyak foto dan preview clip di sana. Tengok juga Flickr-nya, dan tebak2 daerah mana saja yang dipakai oleh Film ini? 
14
Apr
2007
Dalam beberapa tahun mendatang kemacetan sepertinya akan menjadi hal yang biasa dan akan terjadi setiap waktu. Selama ini kemacetan di kota Semarang terjadi pada jam-jam tertentu seperti jam berangkat kantor dan jam pulang kantor. Kemacetan tersebut juga terjadi pada ruas-ruas jalan tertentu seperti jalan Kaligawe, jalan Setiabudi Jatingaleh, jalan jend. Sudirman daerah Krapyak.
Berdasarkan berita Suara Merdeka tanggal 1 April 2007 bahwa dalam 2 tahun mendatang, Semarang diprediksi makin macet. Hal ini disebabkan karena kendaraan yang beroperasi di kota Semarang rata-rata bertambah 1500-2000 unit tiap bulannya. Dalam tulisan yang lain juga disebutkan bahwa Semarang akan menjadi transit lalu lintas di jawa.Bagaimana jadinya nanti lalu lintas Semarang ? sekarang saja kemacetan tidak hanya terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja, pada jam 12 siang sekarang juga biasa terjadi kemacetan
utamanya di jalan Kaligawe dan bundaran kalibanteng ke barat sampai mangkang. Hal ini kalau tidak segera diatasi dan dicari solusinya, bukan tidak mungkin tahun-tahun mendatang kemacetan di Semarang akan menyamai kemacetan di Jakarta atau malah bisa lebih parah, ini karena masalah kota Semarang bukan cuma lalu lintas tapi juga banjir dan rob.Solusinya mungkin adalah mulai sekarang dilakukan penataan kota yang berorientasi masa depan. Penataan kota kalau cuma untuk mengatasi masalah sesaat, jika masalah teratasi tetapi masalah lain timbul. Itu sama saja masalah belum teratasi. Penataan kota yang berorientasi masa depan adalah penataan kota yang memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa mendatang. Hal ini perlu kajian yang lebih mendalam. Nantinya kajian-kajian tersebut bukan hanya menjadi kajian belaka tapi bisa terealisir menjadi kenyataan.
Aku membayangkan jika kemacetan di kota semarang seperti lalu lintas di Simpang Lima dan sekitarnya pada saat tahun baru. Dari bunderan air mancur sampai depan polda jateng lebih dari limabelas menit…
Capee…deh…mengerikan
foto:SM, KCM