posting ini untuk memenuhi janji posting tentang lumpia semarang di blog
untuk orang orang terutama yang asli semarang pasti tidak asing dengan makanan khas kota semarang yang bernama Lumpia, seperti juga para blogger semarang tidak asing dengan adanya Loenpia.net ini. tapi gak semua orang tahu kan ceritanya lumpia semarang ini sampai se ngetren sekarang.
ok deh, gini ceritanya.
dahulu kala ada seorang pedagang dari Fujian, Chinayang berdagang di pasar Johar nan besar itu saudara-saudari. nah ceritanya si pedagang ini menjual makanan yang terbuat dari babi n rebung, dibungkus kulit yang dibuat dari campuran terigu n telur (aku sih membayangkan siomay or lumpia isi babi). kebetulan di ada juga yang menjual dagangan yang mirip tapi isinya rebung ma kentang bernama mBok Wasih. cerita punya cerita bukanya bersaing dua pedagang ini malah fell in love dan married. bukan cuma orangnya saja yang menikah tapi makanannya juga ikut menikah. dan isinya di ganti dengan ikan pihi, udang dan rebung.
makanan ini lumayan banyak juga yang suka sehingga pada tahun 1971diadakanlah Olympia Park di semarang yang dihadiri dan diikuti banyak orang. dari nama Olympia/Lypia ini lah maka orang menyebut makanan hasil perkawinan dua budaya ini dengan Lumpia
lumpia sendiri dalam perkembangannya memiliki beberapa aliran. dua diantara yang saya suka adalah lumpia gang Lombok dan Lumpia Jl. Pemuda. aliran yang lain ada aliran Jl. Mataram, mantan karyawan Lumpia Jl. Pemuda, dan aliran penggemar kuliner.
pada dasarnya lumpia Gg. Lombok, Jl. Pemuda, dan Mataram berasal dari satu generasi Lumpia asli semarang.
yang pertama adalah Lumpia Gg. Lombok. pemiliknya bernama Swim Swie Kiem merupakan generasi ketiga dari Lumpia asli. lokasi tepatnya di Gg. Lombok no 11 dekat dengan sebuah klenteng (lupa namanya). tempatnya agak kecil tapi ngantri kalau mau beli. sebuah lumpia isi campuran udang telur, dan rebung bisa di dapat dengan harga Rp. 7000,- lumpia ini (menurut saya) yang paling enak karena rasanya tidak eneg meskipun besar. terutama lumpia basahnya.
yang ke dua adalah lumpia mataram. pengelolanya, Budi Jatmiko dan Widyo Susanto adalah keponakan dari pemilik Lumpia Gg. Lombok. letak tepatnya tentu saja di Jl. Mataram di bawah papan reklame Sampoerna Mild di depan sebuah bengkel. isi dan harganya sama dengan Lumpia Gg. Lombok.
yang ketiga adalah Lumpia Jl. Pemuda. yang satu ini dikelola oleh mBak Lien dan Pak Edy yang juga masih keponakan dari pemilik Lumpia Gg. Lombok. seperti juga lumpia yang lain warung Lumpia ini ada di Jl. Pemuda tepatnya di sebuah gang depan Sri Ratu Pemuda. menyajikan Lumpia yang sama dan harga yang sama pula. bedanya rasa dari Lumpia Pemuda ini lebih “njawani” karena sedikit manis.
trus apa hubungannya ma Loenpia[dot]net?
yang pertama tentu saja karena saya nulisnya di Loenpia.net
yang kedua karena jelas jelas sama sam dari semarang, wong namanya juga mirip
ke tiga sama sama enak di lidah dan di perut.
Nah, jadi siapa yang mau mencoba atau beli? jangan lupa kirim kirim ke rumah saya yach……………………..
NB: buat yang ngedit tolong cariin gambar lumpianya ya dah diusir dari perwil ki.
*udah tuh*


December 18th, 2006 at 6:03 pm
Waladalah…! Postingan ini yang aku tunggu-tunggu dan pernah aku minta lewat milis. Tengkyu bertubi-tubi.. Hidup Sesy…! Bansaaaii…!!
masfiq
http://www.AsianNetBisnis.blogspot.com
December 19th, 2006 at 1:57 pm
yak…
trackback langsung..
lumpia ala loenpia..
December 20th, 2006 at 4:08 pm
jadi laper….
December 20th, 2006 at 6:39 pm
wah loenpia bikin ngiler deh hehehe
December 20th, 2006 at 8:50 pm
teman saya, wartawan dari bandung, adityas anas ashari, selalu ngiler bila denger lumpia. setiap dengar kata semarang langsung terbayang sesosok lumpia, katanya. makanya waktu kami mau ke jepang bersama september lalu bahkan dia minta dibawain lumpia. begitu tak kasihno, langsung dibabat habis. padahal jumlahnya sekitar delapan potong medium rasa udang dan ayam. saya cuma disuruh memenin makan satu potong. hidup lonepia
December 20th, 2006 at 8:52 pm
eh.. hidup loenpia.net. sori kata terakhir dalam posting sebelumnya keliru…
December 21st, 2006 at 8:48 am
baru beli yg Mbak Lin minggu kmrn..ternyata loenpia itu makanan mewah yah..lebih mahal drpd hamburger
December 21st, 2006 at 12:32 pm
aaahh! bikin ngilerrrr
*srluuup
December 21st, 2006 at 6:22 pm
mantap ses..!!!!!!
December 22nd, 2006 at 2:16 pm
muantaaap … jadi ingin segera cari
December 22nd, 2006 at 2:45 pm
weh, pas ngelih ki
March 8th, 2007 at 7:29 pm
Enak lagi… kalo Loenpia[dot]Net bikin Lunpia yang super besar seukuran manusia dewasa ato yang lebih G-de lagi biar nanti bisa dimakan warga semarang bareng-bareng….+ bisa nambahin daftar panjang buku hariannya MURI /// Hebat Tuh…
April 3rd, 2007 at 2:54 pm
ini makanan fav…pake lombok ijo…uenaak tenan..
August 28th, 2007 at 11:40 pm
aq kangen ma lumpia smg, ntar klu pulang ke smg beli ach bwt temen2 disini
November 8th, 2007 at 10:36 am
bu yuni nyariin saya ya…..,aku sekarang di jakarta nich…..pergi ga bilang bilang jadi di cariin terus….
December 19th, 2007 at 11:01 am
Saya belum sempat bergabung dengan situs ini kayaknya, maaf saya juga dari semarang lho *ampuuun siapa yang tanya* segera pututik akan bergabung
December 23rd, 2007 at 4:30 pm
lowo …pye…semarang














salam buat rekan 2 semua
March 23rd, 2008 at 4:26 pm
baedeweh…Loenpia2 tsb, non-Halal ya?
March 24th, 2008 at 3:51 pm
halal kok mbak, yang di express malah ada rasa kepiting segala.
May 8th, 2008 at 12:45 pm
loenpia mbak lien “halal”. keistimewaan rasanya terletak pada resep loenpianya. memang hanya ada 1 rasa, tapi diformulasi sangat detail dengan tidak meninggalkan ciri khas semarangan. mampir dan coba ya…
July 15th, 2008 at 6:57 pm
Di Jakarta ada lumpia semarang yang enak, rebungnya tidak bau pesing dan penyajiannya lebih bagus baik dari penampilan maupun bungkusnya. Rasa kalau menurut saya sih lebih enak banget cuma memang lebih kecil, tapi yg penting rasanya kan? Lokasinya di Bendungan Jatiluhur (Bend Hil) kalau gak salah sebelah Dr.Kulit Titik Moertolo.