Dalam rangka pengembangan promosi pariwisata, Pemkot menyelenggarakan Lomba Cipta Logo Semarang dengan slogan ”The Beauty of Asia”. Hadiah total: 22,5 juta rupiah. Deadline: 20 Desember 2006. Info selengkapnya….
Lomba Logo Semarang
Konsep Kluster dalam Pariwisata
Kesempatan Bincang Kompas, minggu lalu mengangkat topik tentang memperkenalkan pariwisata Karanganyar untuk menarik investasi pariwisata. Bincang Kompas merupakan, kegiatan rutin Biro Kompas Jawa Tengah, hampir dua tahunan ini. Kali ini diadakan di Hotel Lor In Solo (tepatnya Karanganyar). Dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar dan institusi pariwisata terkait, acara berlangsung meriah dan hangat dipandu oleh moderator Sonya Sinombor, wartawan Kompas. Acara menjadi bertambah seru ketika sesi tanya jawab pertama dibuka dan diberikan kesepatan pada Bambang Sunaryo (Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta) memaparkan pandanganya sebagai bahan diskusi seputar masalah ini.
Beliau menyampaikan bahwa Karanganyar sebagai wilayah tidak terpisahkan dengan Solo, tidak dapat menarik investasi sendirian, tanpa bekerjasama dengan wilayah sekitar. Investor pariwisata akan datang bila berbondong-bondong wisatawan datang ke suatu wilayah destinasi pariwisata. Destinasi wisata adalah kawasan dengan batasan fisik geografis tertentu yang didalamnya terdadapat komponen produk wisata, layanan dan unsur pendukung lainnya sehingga membentuk sistem dan jaringan funsional yang terintegrasi dan sinergis dalam menciptakan kunjungan maupun membentuk totalitas pengalaman bagi wisatawan. Menurut Cooper, Fletcher, Gilbert Shepherd and Wanhill (1998), komponen produk wisata adalah:
- Atraksi, alam, budaya, artificial, event dan sebagainya
- Amenita, fasilitas penunjang wisata, akomodasi, rumah makan, retail, toko cidera mata, fasilitas penukaran uang, biro perjalanan, pusat informasi wisata san sebagainya
- Aksesibilitas, dukungan sistem transportasi meliputi rute atau jalur transfortasi, fasitlitas terminal bandara, pelabuhan dan moda transfortasi lainnya
- Layanan pendukung, keterseidaan fasilitas pendukung yang digunakan oleh wisatawan seperti bank, telekomunikasi, pos, rumah sakit, dan sebagainya
- Aktifitas, ragam kegiatan yang dapat diikuti/dilakukan wisatan selama di lokasi/destinasi dan terakhir,
- Paket perjalanan wisata, paket-paket perjalanan wisata yang ditawarkan dan dikelola oleh biro perjalan wisata.
Wah, teoritik sekaleeee…
Tidak apa, demi menambah ilmu, oke selanjutnya, destinasi wisata dapat dikembangkan dengan tiga pendekatan yaitu,
- berorientasi pasar, persepsi wisatawan mengenai destinasi wisata menjad faktor pertimbangan yang sangat penting dalam penetapan suatu objek atau kawasan sebagau suatu destinasi pariwisata
- tidak mengenal batas wilayah, pariwisata merupakan kegiatan yang tidak mengenal batas ruang dan wilayah. Pengembangan pariwisata harus diarahkan secara terpadu lintas wilayah untuk membangun daya tarik kolektif yang kuat sebagai suatu destinasi yang kompetitif dalam skala nasional, regional bahkan internasional
- kluster, konsentrasi geografis dari komponen usha dan lembaga yang bergerak dalam suatu bidang khusus atau tertentu yang menjadi produk utama (core product). Hmm… abstrak? Berikut ini ilustrasi kluster destinasi wisata, untuk mempermudah Anda semua.

Kluster destinasi wisata di pulau jawa, masih menurut Bambang Sunaryo, terbagi pada kluster Krakatau, kluster Jakarta, kluster Bandung, kluster Borobudur, kluster Solo dan kluster Bromo. Kluster destinasi wisata Solo menurut persepsi wisatawan adalah kota Solo, dengan komponennya Kota Solo, Kraton Mangkunegaran, Sangiran, Cetho, Sukuh, Tawangmangu dan Sarangan. Beberapa lokasi destinasi wisata kluster Solo terletak di kabupaten Karanganyar, seperti terlihat ilustrasi dibawah ini.

Duh, sayangnya Semarang tidak termasuk dalam salah satu kluster destinasi wisata di Pulau Jawa. Jika mengacu pendapat Cooper dkk, diatas, kita tidak perlu kuatir, Kota Semarang dan wilayah sekitarnya dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata, karena memiliki komponen produk-produk wisata seperti di sini.
Tamu dari Jogja
Hari Minggu (26-11-06) siang, tukang Loenpia kedatangan tamu dari Jogja. Dia adalah Mbak Yutie. Mbak Yutie ini datang dari Jogja, lalu ke Semarang sebenernya cuma ‘lewat’, karena habis itu perjalanannya harus dilanjutkan ke Jepara, tempat kerjanya yang baru.
Setelah kemaren2 di YM beberapa tukang Loenpia mendiskusikan hal ini *halah..*, dengan Mas Wedhouz sbg korlap maka siang tadi sepakat buat nunggu Mbak Yutie di TIC, pool-nya bus Joglosemar, yang ada di Jalan Pemuda, antara SMU 3 dan SMU 5 Semarang. Tukang Loenpia yang hadir selain saya (Fany) ada Budi, Dendi, Mbak Nanik, Wedhouz, Adam, Mas Andhi, dan Jhiban (telat). Jam 11.30an tamu yang ditunggu2 hadir juga. Lalu kenal2an, ngobrol, mesen2 minum, dan tak lupa berfoto bersama ![]()
Semoga saja keakraban seperti tadi gak hanya sebatas saat bertemu Mbak Yutie, tapi juga saat bertemu blogger jogja lain, bahkan blogger Indonesia. Jika ada yg berkunjung ke Semarang, silakan hubungi tukang Loenpia. Kami akan senang sekali -istilahnya- menerima tamu para blogger dari kota lain. Kalo ada rejeki ya kita traktir2 (kayak Mbak Yutie tadi), kalo gak ada rejeki ya tamunya yg nraktir *halah, ini becanda*.
Jadi, ini adalah poin plus jika kita menjadi blogger. Jika kita berkunjung ke kota-kota lain yang ada blogger juga, biasanya kita akan disambut, entah itu cuma dijemput, dianter2in ke mana2, atau malah bisa ditraktir2. Kalo sampe ditelantarkan sih ya…kebangetan
(NB: di luar kasus2 khusus loh..)
Pemenang Lomba Blog
Malam Minggu, 18 November 2006, di Le Resto Cafe & Restaurant diadakan acara pengumuman pemenang Lomba Blog 2006 “Membuka Maaf Melebur Dosa” yang diadakan PT Telkom. Acara yang didukung oleh Loenpia.net, Suara Merdeka Cybernews dan Trax FM ini dihadiri oleh 30 finalis Lomba Blog dan beberapa undangan lainnya.
Dimulai sekitar pukul 19.00, acara ini diawali dengan, makan malam. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah (antara lain: Purwokerto, Boyolali, Klaten) nampaknya memang sudah tidak sabar untuk mencicipi hidangan “traktiran” PT Telkom malam itu, yang terdiri dari, sup jagung, sapi lada hitam, fillet daging ayam, dan campuran cumi dan bahan-bahan lain yang membentuk suatu makanan enak. Nyam!
Setelah itu, acara dimulai dengan beberapa games yang dibawakan dengan seru oleh MC malam itu, Ringga. Beberapa peserta yang beruntung diganjar sebuah souvenir, jika mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari MC. Menarik sekali, karena dari games itu kita jadi tahu bahwa ternyata Ferror –penggemar Mawar AFI yang masih duduk di bangku SMU– mengawali kebiasaan ngeblog dari sebuah ketidak sengajaan dan hanya dengan ngeblog seorang Romadona mampu menghasilkan $450 dalam sebulan.
Ringga mengajukan pertanyaan kepada salah satu peserta
Acara utama sendiri dimulai dengan sambutan dari pihak PT Telkom yang diwakili Bapak Djoko selaku Manajer Divisi Data dan Internet. Setelah itu dilanjutkan dengan perkenalan tentang Loenpia.net yang diwakili oleh Fany, yang juga bertindak sebagai juri dalam Lomba Blog kali ini.
Fany mengenalkan Loenpia.Net
Terakhir, dan yang paling ditunggu para hadirin malam itu, pengumuman pemenang yang disampaikan oleh Ketua Dewan Juri, Aulia Muhammad — pemimpin redaksi Suara Merdeka Cybernews. Setelah diawali dengan cerita panjang lebar tentang proses penjurian yang melibatkan laptop, Communicator, dan 8 juta. Diumumkanlah, pemenang Lomba Blog 2006 “Membuka Maaf Melebur Dosa” adalah:
Selamat untuk para pemenang, semoga makin rajin ngeblog dan menghasilkan tulisan-tulisan yang semakin bagus.
Pemenang Lomba : Muhamad Sulhanudin, Sudaryono Achmad, Ahmad Munif
Acara malam itu pun ditutup dengan acara foto-foto dan minum kopi. Senangnya bisa bertemu dan berkenalan dengan blogger-blogger dari daerah lain.
Oh iya, sedikit bocoran, ternyata Munif masih kebingungan dalam menentukan teman untuk diajak ke Bali (jatah hadiahnya untuk 2 orang).
Kaitan Antara Jenggot dan Skill Programming
Seorang teman saya yang berprofesi sebagai programmer (Code Name : Pristobenk) mengalihbahasakan artikel asli milik Tamir Khason, Si penulis asli ini berpendapat bahwa sukses tidaknya bahasa pemrograman sangat tergantung dari jenggot pembuatnya. Tidak percaya? Coba kita lihat kembali sejarah perkembangan bahasa pemrograman di dunia ini,
Mereka ini adalah pencipta bahasa Fotran,Prolog dan Ada ( Lihat karena mereka tidak punya jenggot maka bisa kita lihat keadaannya sekarang ini .Siapa yang mau memakai Fotran, Prolog dan Ada sekarang. Sangat-sangat jarang kan! Bahkan saya sendiri belum pernah mencobanya kecuali Fotran waktu jaman kuliah. Bagi saya Fotran adalah bahasa yang paling tidak manusiawi ,bagaimana tidak? Error satu, pesannya sampai tiga layar monitor!


