27 Aug 2006

Festival Panjat Pinang di Simpang Lima

6 Komentar

panjat pinang

Seperti biasa setelah subuh baru bisa tidur nyenyak ….tapi esok jam tujuh pagi saya harus datang dalam acara Festival Panjat Pinang di Lapangan Simpang Lima Semarang, yach panitia gitu dech… meski capek tapi yang namanya amanat harus dilaksanakan semaksimal meski banyak kegiatan dan capek itu memang resiko namun dibalik itu pastilah kita menemukan sesuatu yg berarti dari segi emosional maupun finansial hehee…

“Bang sms siapa ini bang …
Bang pesannya pake sayang sayang
Bang nampaknya dari pacar abang
Bang hati ini mulai tak senang..”
(download disini)

Lantunan lagu dangdut pop yang akhir-akhir ini popular dikalangan masyarakat umum menjadi pembuka dalam acara festival Panjat Pinang tersebut, hampir seluruh penonton dan peserta lomba ikut bergoyang dalam lantunan lagu yang dinyanyikan artis lokal dari kota Solo ini sembari bergoyang yang sangat aduhai dan mantab.
Baca Selengkapnya »

26 Aug 2006

Mengenal Tradisi Musim Panas di Jepang

16 Komentar

Sebenarnya saya bermaksud untuk posting berita ini beberapa saat lalu, tetapi karena kesibukan pekerjaan saya maka posting ini jadi sedikit terlambat.

Musim panas di Jepang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus. Di mana-mana masyarakat mengadakan matsuri (festival) musim panas. Festival musim panas disebut Tanabata.

Setiap wilayah di Jepang merayakan Tanabata dengan ciri khas masing-masing. Tetapi pada dasarnya adalah untuk merayakan pertemuan Putri Shokujo/Orihime (personifikasi bintang Vega) dengan Pangeran Kengyu/Hikoboshi (personifikasi bintang Altair) pada malam tanggal 7 Juli. Sedangkan festival Tanabata yang diadakan di daerah pertanian lebih dimaksudkan untuk pensucian diri dalam rangka untuk persiapan menjelang festival Obon.

Menjelang festival Tanabata, tiap orang menyiapkan hiasan tanzaku yang digantungkan pada dahan pohon bambu. Tanzaku adalah guntingan kertas 5 warna (merah, biru, kuning, putih dan kuning muda) yang berisi tulisan puisi pendek. Namun biasanya orang menuliskan permohonan atau cita-cita dengan harapan dapat dikabulkan oleh dewa yang akan turun dari langit. Dulu, kaum wanita khususnya remaja puteri berdoa agar mereka diberi ketrampilan seni kerajinan tangan seperti Puteri Orihime. Selain tanzaku ada pula untaian pita-pita untuk melambangkan benang tenun Puteri Orihime, yang digantungkan pada bola kertas. Festival Tanabata yang terbesar di Jepang adalah Sendai Tanabata pada tanggal 6 Agustus.

Liburan musim panas termasuk liburan panjang. Sekolah-sekolah libur mulai tanggal 22 Juli hingga 31 Agustus. Selama liburan musim panas, sekolah mengadakan acara berenang di kolam sekolah selama 2 minggu bagi tiap kelas yang dilakukan secara bergilir. Pada liburan musim panas, kolam renang umum dibanjiri pengunjung. Demikian pula area perkemahan, pantai dan pegunungan. Termasuk gunung Fuji/Fuji-San/Fujiyama yang selalu dipenuhi para pendaki setiap musim panas tiba. Kebetulan saya juga pernah sampai ke puncaknya. Sampai 2 kali malah..

Puncak liburan musim panas adalah sekitar minggu kedua bulan Agustus dimana kantor-kantor memberikan cuti Obon bagi tiap pegawai. Ada yang hanya 4 hari, tapi ada juga yang sampai 2 minggu.

Obon berasal dari bahasa India kuno yaitu Uranbana yang berarti penderitaan yang tak tertahankan dari seseorang di alam baka akibat digantung terbalik. Menurut kepercayaan agama Buddha, bila kita membayangkan nenek moyang atau keluarga/kerabat kita yang sudah meninggal menderita seperti itu, maka kita wajib untuk berdoa agar mereka diberi keringanan atas penderitaannya.

Saat  Obon, berbagai acara diadakan seperti Bon-odori (tarian Obon), Hanabi-taikai (pesta kembang api) dll.

Secara resmi, Obon diperingati pada tanggal 13 hingga 16 Agustus. Seperti di Indonesia, orang-orang pulang kampung untuk menengok orang tua, keluarga atau kerabat sehingga terjadi “Obon-rush”, dimana jalan-jalan macet, kereta listrik, bus, pesawat penuh penumpang. Tapi akhir-akhir ini orang Jepang mulai suka merayakan Obon dengan pergi berlibur ke luar negeri.

Menurut sejarah, Obon mulai dirayakan pada tahun 606 di kalangan keluarga Kaisar Tenno. Namun mulai jaman Heian-Kamakura-Edo, Obon dirayakan secara meluas di kalangan masyarakat umum. Saat itu orang-orang mengunjungi sanak saudara atau kerabat dengan membawa bingkisan. Mirip dengan yang dilakukan orang Indonesia, khususnya di daerah pedesaan saat Lebaran. Perilaku ini disebut Bonrei yang berarti ucapan terima kasih kepada leluhur atau orang yang dihormati. Saat ini bonrei lebih dikenal dengan o-chuugen (bingkisan pertengahan tahun). Biasanya menjelang Obon orang Jepang mengirim o-chuugen kepada kerabat maupun atasan mereka.

Demikian selintas tentang tradisi dan budaya Jepang saat musim panas. Ternyata ada kemiripan dengan tradisi dan budaya masyarakat kita, yaitu Lebaran.

Agustus hampir usai, berarti sebentar lagi “penderitaan” saya segera berakhir. Udara musim panas sangat menyiksa sehingga saat bekerja pun harus menyalakan kipas angin maupun AC portable. Kadang sampai beberapa buah sekaligus. Dan di apartemen, tidur nyenyak tanpa menyalakan AC seperti sebuah “hil yang mustahal” alias nggak mungkiiin..! :-)

Bulan depan, September, mulai datang musim gugur yang suejuuk,.. Mungkin ada hal-hal menarik yang bisa saya posting. Atas kerelaannya membaca posting ini, saya ucapkan matur tengkyu bertubi-tubi,..

Salam sukses-sesukses-suksesnya,

M.Taufiq Aryanto

http://www.AsianNetBisnis.blogspot.com

 

 

26 Aug 2006

Culture and History

Tidak ada Komentar

Setiap dari kita biasanya tumbuh di tengah-tengah dunianya sendiri. Pada saat kita dewasa, kita juga tumbuh di tengah-tengah aku dan kamu, dan mulai memahami cara pandang orang lain. Kita juga tumbuh pada suatu budaya dan belajar cara-caranya yang dianggap benar. Kadangkala kita melihat budaya dan kebiasaan orang lain dengan penuh kecurigaan, bahkan lebih parah lagi berpikir bahwa budaya mereka merupakan sesuatu yang rendah mutunya. Kesombongan etnis cenderung menghakimi sikap orang lain atas dasar prinsip kita sendiri.

Kesalahpahaman budaya biasanya timbul secara tidak sadar. Orang-orang barat misalnya, mereka menganggap cara makan yang tepat yaitu dengan pisau dan garpu. Tapi lain dengan orang-orang India dan Timur Tengah mereka hanya menggunakan jari tangan mereka. Cara pandang yang dianggap tidak tepat sangat berbeda dengan sudut pandang orang India. Saat mereka makan dengan tangan sudah pasti mereka telah mencuci tangannya dengan bersih, lagipula tangannya jelas-jelas belum pernah masuk ke mulut orang lain. Coba bayangkan berapa banyak sendok-garpu yang sudah masuk ke mulut banyak orang.

Terkadang seseorang menerima suatu sistem kepercayaan yang berbeda, tetapi tidak merubah pandangan dunianya. Contohnya seorang keturunan cina merubah kerpercayaannya dari agama Budha ke Kristen, tetapi wawasannya tetap saja tidak berubah. Terbukti dari orang-orang yang saya kenal mereka belum meninggalkan penuh tradisi-tradisi kuno. Misalnya memberikan makanan di makam keluarga pada Tahun Baru Cina. Definisi dari setiap budaya menjelaskan kebingungan yang dialami banyak orang pada tingkat kepercayaan.

Yang paling penting saat memasuki suatu budaya yaitu menjadi pengamat. Dan jangan pernah menghakimi berdasarkan budaya kita sendiri. Seharusnya kita harus tetap menganggap apa yang dilakukan budaya lain adalah hal yang biasa. Kesalahpahaman terjadi karena tidak adanya keperduliaan terhadap budaya lain

24 Aug 2006

Masuk TV…GOMBAL

3 Komentar

Tanggal 17 Agustus tepatnya saya dirumah menonton TV, hampir semua menayangkan lomba-lomba di tiap sudut kota Indonesia. Tak kalah heboh orang yang pernah diliput di acara “MITOS” itu datang ke kota loenpia. Ia sedang memamerkan Atraksi memakan ular kobra hidup-hidup, tidur diatas paku dan menginjak - injak remukan kaca. Hampir semua stasiun TV menayangkan acaranya pada hari itu.

Benny Saputra beberapa media TV menyebutnya, ternyata telah menipu masyarakat Semarang dengan dalih dapat menyembukan penyakit (dari A-Z). Salah satu saudara saya telah menjadi korbannya setelah ditipu sekitar 5-6 jt rupiah, dari hasil pengakuannya, awalnya korban diperiksa dengan media (minyak tanah, es batu, garam, dan cuka), Lalu disuruh membeli obat dengan harga selangit. Boro-boro obat yang sudah dibeli diberikan, yang ada Benny kabur. Nomer HP nya pun udah tidak dapat dihubungi.

Menurut informasi terakhir yang saya dapatkan, Benny juga menipu beberapa warga dimana dia menggadakan atraksinya, tepatnya di Kp.Kledung. Entah berapa uang warga Semarang yang sudah di gasak olehnya.

Bagi rekan-rekan yang mungkin tidak tinggal di Semarang, saya harap berhati-hati. Sebab kemungkinan penipuan ini akan berlanjut di kota-kota lain. Pantesan aja masuk MITOS, lha wong tukang tipu.

22 Aug 2006

Kita Sudah Merdeka Tapi….

8 Komentar

Tergelitik juga nonton iklan SCTV tentang kemerdekaan. Beberapa tulisan yang sempat kebaca :

Kita Sudah Merdeka
tapi belum dewasa

Kita sudah merdeka
tapi belum bisa menang

Kita sudah merdeka
tapi belum …

masih banyak yang “belum” nya hehehehe..

Jadi…sebetulnya kita sudah merdeka belum sihh ?

Aggregator Loenpia