31 Jul 2006

Bibit Jurnalis dari Blogger

29 Komentar

Perjalanan Nasib Blogger di Semarang

Acara yang di support oleh KDW (Kelompok diskusi wartawan) dan Telkom dan Loenpia.net (Komunitas Blogger Semarang) yang terlaksana beberapa waktu lalu ini membahas tentang indahnya sebuah kreatifitas menulis yang tentu saja untuk melahirkan bibit-bibit jurnalisme profesional dari kota loenpia ini. Kegiatan ini diisi oleh perwakilan dari KDW yaitu ketuanya M. Saronji dan media Suara Merdeka, Ibu Sonya Helen Sinombor salah satu wartawan senior harian Kompas dan Loepia [dot] net yaitu Komunitas Blogger Semarang. Kegiatan ini di buka dengan sedikit gambaran tentang dunia jurnalistik oleh M. Saroji dimana seorang wartawan itu tidak boleh sembarangan, ada kode etik jurnalistiknya jadi tidak cuman liputan hingga dijadikan sebuah berita. Penulisan artikel yang baik dengan rumus 5W1H baca: lima we satu ha, yaitu What? (Apa), Who? (Siapa), Where? (Dimana), When? (Kapan ), Why? (Kenapa) dan How? (Bagaimana), rumus penulisan ini harus ada dalam tiap unsur penulisan yang baik, hal ini dijelaskan oleh Ibu Sonya Helen Sinombor. Dan penghujung acara diisi oleh Loenpia [dot] net yang mengenalkan media blog dan teknik pembuatan blog sekaligus etika para blogger seperti halnya dilarang meng-copypaste dalam hasil karyanya, pembuatan blog ini menggunakan mesin blogspot yang sudah akrab dalam dunia blog di internet. Baca Selengkapnya »

26 Jul 2006

Gambang Syafa’at Bersama Cak Nun

11 Komentar

Menyelamatkan Masyarakat dari Kebodohan Berpikir

SEMARANG—Ikatan Pemuda Remaja Masjid Raya Baiturrahman (Ikamaba) Semarang, kemarin malam, menggelar pengajian Gambang Syafa’at Menyelamatkan Masyarakat dari Kebodohan Berpikir. Pengajian ini menghadirkan Budayawan Emha Ainun Nadjib ( Cak Nun), Gus Nuril Arifin (Ketua Perserikatan Beras Indonesia, Ketua Pondok Pesantren dan Ketua Perkumpulan semua agama di Indonesia), Pendeta Gunarto (Perwakilan umat Kristen dan beliau adalah Sarjana Ilmu Islam dan sangat memahami ilmu islam), Bambang Sadono (Ketua DPD Golkar Jateng) , Mr. Is (Perwakilan warga Korea) dan hiburan musik dari Ikamaba Voice. Juga hadir grup musik Kiai Jurus dari Ungaran yang dipimpin oleh Rohanan. Pengajian yang dilaksanakan rutin setiap tanggal 25 ini berlangsung di halaman Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang. Baca Selengkapnya »

25 Jul 2006

Loenpia Masuk Koran!

46 Komentar

Loenpia dot Net masuk koran hari ini! Koran Sindo tgl 25 Juli 2006 halaman 2. Dengan tagline : “Menjaga Peta Semarang di Dunia Maya“. Keren kan. Malah ada fotonya juga lho… Foto waktu di Baiturrahman, waktu Fany pertama kali ikutan kopadar itu. Sumber yang di wawancara Munif dan ketika dua hari yang lalu aku ditelpon oleh penulisnya tentang nama resmi Loenpia, aku nggak ngeh kalau ternyata untuk ini toh.Sayang, dua mbah Loenpia yang lain (Pepeng dan Didik) nggak bisa ikut nongol di foto. Dan karena ini adalah tulisan pertama, berarti besok ada lanjutannya lagi! tunggu updetannya!

We are the headline!
Smile! : Kamu masuk koran!
Hidup Loenpia dot Net, Hidup Bloger Semarang!
klik untuk membaca di ukuran penuh (384 Kb)

Update (26.07.006) :

Bener juga, ada lanjutannya hari ini, kali ini skrinsut blog Loenpia yang tampil. Postingannya yang tampil adalah post perkenalannya mas Seno, Saam Metal! Hahahaha.. Oh iya, di sini juga disebutkan rencana kami untuk mengadakan acara pelatihan blog kerjasama dengan KDW (Kelompok Diskusi Wartawan) Jawa Tengah. Banyak sekali rintangannya, tapi mudah2an bisa berjalan lancar. Amiiiin!

2nd Day appearance
First Debut : Debut pertama blog ini di media. hehehe
klik untuk membaca di ukuran penuh (387 Kb)

Related posts :

24 Jul 2006

Biarkan Anak-Anak Bermain

7 Komentar

Tanggal 23 Juli kemarin merupakan peringatan Hari Anak Indonesia. Bagi saya pribadi, Hari Anak Indonesia tahun ini benar-benar membuat saya harus membenahi sikap, pikiran dan perilaku terhadap anak. Mungkin banyak dari kita tidak menyadari bahwa banyak anak-anak di Indonesia telah dijadikan komoditas oleh orang tua mereka.
Kita bisa melihat di banyak traffic light jalan-jalan utama Semarang banyak sekali anak-anak jalanan yang mengamen bahkan mengemis. Bahkan ada dari mereka yang menggendong bayi yang usianya belum genap 1 tahun. Apakah ini inisiatif mereka? Saya tidak yakin kalau mereka yang berinisiatif untuk melakukan hal itu. Bahkan yang lebih “biadab” ternyata bayi-bayi yang dipakai untuk mengemis adalah bayi-bayi yang disewakan oleh orang tua mereka.
Setelah membaca uraian di atas anda mungkin akan mengatakan “Itu kan orang miskin, kalau orang mampu tidak akan begitu”. Anda benar, orang yang lebih mapan perekonomiannya tidak akan melakukan hal itu. Tapi bukan berarti mereka yang tidak miskin tidak menjadikan anak-anak sebagai komoditas. Banyak sekali orang tua yang “memaksakan” anak mereka melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka bangga. Jadwal kegiatan anak dari pagi sampai sore bahkan malam hanya berisi sekolah, les dan belajar. Orang tua berlomba-lomba supaya anaknya bisa berprestasi di banyak hal. Apakah hal ini salah? Tidak! Yang salah adalah ketika kita memaksakan anak untuk berprestasi di suatu hal padahal dia tidak berbakat bahkan tidak menyukai hal itu.
Ada kisah menarik yang terjadi di Bogor. Seorang anak bernama Judika adalah seorang anak yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lumayan (berdasarkan hasil tes IQ). Di sekolah dia masuk di kelas unggulan/akselerasi. Jadwal kegiatan sehari-harinya padat. Pagi dia sekolah sampai jam 3, setelah itu dika ikut beberapa les yang sebenarnya dia tidak begitu tertarik. Masalah mulai muncul ketika perilakunya di sekolah mulai berubah. Dia menjadi anak yang bermasalah. Pihak sekolah menyarankan agar Judika dibawa ke psikiater. Hasil tes IQ memuaskan, tetapi hasil tes kepribadian membuat orang tua Judika (catatan : Ibu dari Judika adalah aktivis LSM yang memperjuangkan hak anak) terkejut. Inti dari hasil tes kepribadian adalah bahwa Judika merasa dikekang oleh orang tuanya. Dia hanya ingin diberikan waktu barang sebentar untuk bermain, dia ingin ibunya memanggil dengan nama yang bagus (Ibu Judika memanggilnya dengan panggilan “Nang”), dia ingin ayahnya memanggilnya dengan nama asli (Dia dipanggil Paijo oleh ayahnya), dia ingin sekali-sekali merasakan pelukan hangat ibunya, dia ingin setiap pagi melihat senyuman ayahnya. Ternyata seorang aktivis hak anak pun bisa sekaligus menjadi pembelenggu hak anaknya sendiri.
Saya pun sebagai seorang ayah dari anak berusia 15 bulan masih seringkali terjebak untuk mnjadikan anak sebagai komoditas. Beberapa waktu yang lalu saya berniat mendaftarkan anak saya untuk mengikuti program Toddlers Fun di salah satu sekolah di Semarang. Saya melihat bahwa sekolah tersebut cukup bagus (dari kacamata saya) karena terdapat berbagai kegiatan yang menurut saya sangat mengasah kemampuan intelegence. Kegiatan pembelajaran disajikan dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris. Ternyata penilaian saya salah (untung belum terlanjur mendaftar). Seorang ahli perkembangan anak mengatakan bahwa dalam mencari sekolah untuk anak-anak berusia balita (preschool & TK) kurikulumnya harus memenuhi 3 syarat, yaitu harus berisi bermain, bermain dan bermain.
Jadi, mari kita kembalikan anak-anak Indonesia ke dunia bermain mereka. Jangan memaksakan mereka untuk pintar matematika jika minat mereka adalah menggambar, jangan paksa mereka pintar menyanyi jika mereka lebih senang bermain bola. Anak-anak adalah masa depan.

“… aku adalah keindahan,
aku adalah sinar terang,
akan kugapai bintang-bintang,
AKU ADALAH MASA DEPAN…”

18 Jul 2006

Setelah masuk Loenpia, sekarang masuk Detik…

2 Komentar

Hari ini aku jalan2 ke Detik INet, dan disitu aku melihat sesuatu yang sepertinya pernah aku lihat. Ya, ga salah lagi… itu adalah Blog dari mas Iwan yang pernah dibahas oleh salah seorang member loenpia ini. Blog itu membahas Seks, dan judul di detik sendiri sangat jelas: “Seks, Seks, Seks, dan Seks!” :P.

Pembahasan blog itu ada di bagian Reference - Blog. Wah, hebat juga yah, kalo dilihat di situ, detik pernah juga membahas blog menteri pertahanan, dengan kata lain… Blog mas iwan yang merupakan “orang semarang” ini pantas diacungi jempol :P.

Semoga aja lebih banyak Blog dari semarang yang dibahas diweb/portal2 seperti Detik.

hidup blog Semarang ……. :D

Link: klik disini untuk membuka berita selengkapnya

 

 

Aggregator Loenpia