31 Mar 2006

MYpersonality

4 Komentar

Bukannya siapa-siapa

Bukannya pengen ikutan kondang, karna pengelola blog ini meminta nulis biodata. oke deh let recognize me.

Aku Anhar. Lelaki kelahiran Semarang, tahun 1981. Sejak TK hingga kuliah terus-menerus dan ga bosan-bosannya ada di Semarang. Sekarang sibuk nyari duit. taip ari kerjaannya keliling kota Semarang trus nyetor tulisan ke koran Suara Merdeka (ada juga edisi cyber di www.suaramerdeka.com)

Sesekali nulis juga di http://anhar-freaks.blogspot.com, terutama kalo pas punya waktu senggang dan ada mood.

Ingin kontak kirim aja surat ke moh_anhar@yahoo.com, siapa tahu dapat balesan kilat.

pertama kali kenal lunpia lewat penjaja makanan keliling kampung atau yang biasa dipanggil gilo-gilo. harganya murah meriah, kalo dulu harganya cuma 300 perak. mungkin karena BBM naik, mungkin harganya naik juga yaa… he.. he.. sekarng dah lupa harganya. Soalnya itu jajanan waktu aku sekolah dulu. Isinya yang paling wajib adalah bung atau bambu muda. Tapi ekarang isinya ga hanya itu tapi dah ditambah bermacam-macam daging. Asal punya duit, mungkin kamu bisa minta lunpia isi daging ayam kalkun taun lobster cincang. kayak gimana ya rasanya.   

Sekarang kenal lunpia yang lain tapi ga bisa dimakan. Ini nih http://loenpia.net. Isinya seperti yang kamu lihat ini nih…   

  

    

29 Mar 2006

Fian Profile

8 Komentar

What should I say about my self ??
Okey it’s up to people what would they say ’bout me.
Have a nice day…. -)

BIODATA

my room

Status: Single
Agama:
Islam
Lahir:  januari 1984
Sekolah: Semua di Semarang
Organisasi:
IKAMABA, mPers, Loenpia.net dll
Pekerjaan:
DG
Tempat kerja: JPNN

YANG BIKIN GUE RAME
Hobi: Internet Surfing, Badminton, Hiking, fotografi, sok nulis (ngeblog)
get a hot news, making some invention, looking for anything information
Warna favorit: CMYK
Musik favorit:
Ratu, CNKK, Santana, ABBA, Remix, Tembang Kenangan, Iwan Fals, Kitaro, Bach, Beethoven, Slank, instrumen piano, jazz.
Film favorit:War of the Worlds, October Sky, The Manchurian Candidate, Sound of Thunder, My wife is a Gangster, Equilibrium, Hell Boy, My Sassy Girl, Crazy First Love, The Classic, The Myth, Indiana Jones
TV favorit: Metro TV
Buku favorit: Laa Tahzan (Jangan bersedih !), karya Abdul ‘Aidh Al Qarni, psikologi umum, buku2 fotografi dan desain interior.
KONTAK
+6224704411xx
Yahoo Messenger:
fiandigital
Friendster: http://friendster.com/fiandigital
Alamat Rumah: PERUM Leyangan, Ungaran-Semarang-Indonesia
Blog: http://fiandigital.web.id

29 Mar 2006

rista

4 Komentar

perkenalan nih ceritanya….

tanpa basa-basi langsung ajah ya…

nama : ristiana

biasa di panggil : sese / rista

tinggal di jl.bawangan no.39 (kawasan jl.gajah) klo yang mo kirim² makanan atau lainya aku tunggu ehhehehehhehehe

 aku kelahiran tahun 1984 dengan zodiak pisces girl….. tepatnya tgl 22 feb… ku tunggu kadonya ya,,,,,,,,,

apa laghi yah…. klo mo add fs ma Ym aku di richnessa@yahoo.com

klo mo liad hasil dari unek² ku buka aja di http://forichnessa.blogspot.com atau http://ristiana.2ya.com

kayaknya itu ajah deh…. klo kurang puas tentang profil ku baca di fs aku yah…. di tunggu profil anggota loenpia yang lain nya lhooo….

 

sukses selalu buat loenpia…. moga bisa makin baik dan baik laghi….. bravo….

 

29 Mar 2006

Karya tergila

1 Komentar

Saya baru saja membaca sebuah artikel di detik.com tentang revisi UU Tenaga Kerja. As usual, semua hal bisa menjadi pro-cons di negeri ini. Tapi yang sempat saya baca, dari detik.com, banyak yang pihak yang tidak setuju alias kontra dengan revisi UU ini. Pihak tersebut tentunya adalah pihak pekerja; karena dinilai oleh mereka, revisi tersebut semakin ‘menyulitkan nasib’ mereka. Bahkan mereka menyebut revisi UU tersebut, karya tegila dari putra-putri bangsa Indonesia.

Saya pribadi juga sebenarnya tidak setuju dengan beberapa poin (pasal/ayat) yang direvisi. Di antaranya adalah mengenai pegawai kontrak. Kalau kita melihatnya secara short-term, dan dari employer view (yang mempekerjakan), mungkin hal itu menguntungkan, karena perusahaan tidak perlu menyediakan segala hal yang biasanya diberikan kepada pegawai tetap. (Hmm.. saya masih bingung dengan istilah pegawai dan buruh di UU tersebut. Bedanya apa sih?) Tetapi secara long-term, sebenarnya perusahaan rugi, terutama dalam hal intelectual property. Bahkan bisa jadi perusahaan secara tidak sadar dirugikan oleh pegawai kontrak sendiri. (Barangkali ini semacam trade-off antra plus-minus implementasi pegawai kontrak).

Saya cenderung setuju dengan isi UU sebelum direvisi tentang pembatasan jenis pekerjaan yang boleh menggunakan sistem pegawai kontrak (Pasal 59 ayat 1). Tapi ayat tersebut direvisi, sehingga perjanjian kerja paruh waktu (kontrak) dapat dilakukan untuk semua pekerjaan. Sekali lagi, perusahaan harusnya jangan selalu berpikir tentang duit yang kelihatan di mata. Karena biasanya (dan saya yakin banyak benarnya), pegawai kontrak hanya bekerja seperti robot, seperti mesin pemroses; ada input, diproses dan jadi produk. Tidak lebih dari itu. Mereka menjadi malas untuk memikirkan segala sesuatu untuk kepentingan yang lebih lama dari masa kontraknya. Mungkin mereka pikir, untuk apa saya bekerja dengan hati-hati terhadap peralatan kerja, toh 2 tahun lagi belum tentu saya yang menggunakan kembali. Untuk apa saya belajar sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan saya (padahal bisa jadi itu dapat dipakai jika dia terus bekerja di situ). Akibatnya perusahaan kehilangan peluang untuk mendapatkan pegawai yang berkualitas, yang selalu berkembang kompetensinya. Belum lagi masalah sosial dan segala macamnya, termasuk integritas pegawai kontrak.

Terus mengenai masa/lamanya jangka waktu kontrak, direvisi dari 2 tahun menjadi 5 tahun. Kalau menurut saya sih lebih baik dicari jalan tengahnya. Yaitu hapus peraturan penerapan pegawai kontrak. Yang ada adalah pengaturan masa percobaan kerja (probation period), dari yang biasanya 3-6 bulan diubah sampai maksimum dalam hitungan tahun. Tentunya dalam prakteknya dapat juga seorang pegawai bisa diangkat setelah 3 bulan jika memenuhi kualifikasi. Terhadap pegawai dalam masa percobaan ini, perusahaan dapat menerapkan peraturan yang berbeda dengan pegawai yang sudah diangkat. Bagi pegawai, hal ini secara psikologis akan dapat meningkatkan moral dan semangat mereka dalam bekerja, karena adanya kepastian akan diangkat sebagai pegawai tetap, dan pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas dan perusahaan mulai dapat mendevelop kompetensi pegawai dengan lebih baik.

Ngomong2 tentang produktifitas, sebenarnya penetapan cuti bersama (yang baru diumumkan pemerintah ini) itu dapat meningkatkan atau mengurangi produktifitas ya? Hmm bingung aku,.. (**kruk.kruk..kruk — garuk2 kepala).

28 Mar 2006

:)

3 Komentar

Dosen saya, pak Berlian pernah mengeluhkan perihal sulitnya menemukan orang dijalan, dengan senyum menghias bibirnya. Saya sendiri sebenarnya juga menemukan fakta yang demikian, tapi kok ya saya tidak merasakan akan fenomena itu ya? Jangan-jangan saya lah salah satu orang yang Pak Berlian keluhkan itu.

Saya tidak tahu apakah ini hanya terjadi di sini (jakarta), atau juga di tempat-tempat lain. Tapi saya yakin, di sinilah TKP yang terparah. Kalau anda sekarang tinggal di jakarta, cobalah keluar ke jalan sebentar. Pandangilah orang-orang yang sedang diam (dalam arti tidak sedang melakukan percakapan). Amatilah, … apakah anda temui emoticon titik dua kurung buka di wajahnya atau sebaliknya; titik dua kurung tutup. Sad but true. Kalau anda sering naik sarana angkutan umum, baik itu metromini, bus, kereta api. kapal laut, kereta api, cobalah sekali lagi amati penumpang-penumpangnya yang sedang kelelahan, sedang berdiri, sedang ketiduran, sedang menerawang…, saya yakin wajahnya kelihatan sumpek semua.

Sebenarnya, itulah cerminan dari kualitas hidup bangsa kita (demikian, masih yang pak dosen ceritakan). Untuk mengetahui bangsa seperti apa, sebenarnya dapat langsung terlihat di jalanan. Sekarang, terlalu sulit untuk bertanya arah kepada seseorang yang ada di jalan, sementara kita sangat membutuhkan sekali informasi tersebut. Juga terlalu banyak penyimpangan-penyimpangan dapat kita temui di jalan… (semua juga sudah tahu).

Oleh karena itu, mari kita hiasi wajah kita dengan senyum, dengan semangat yang bersahabat. Harusnya pemerintah mengeluarkan regulasi untuk menggalakkan senyum. Bila diperlukan tetapkan program satu minggu penuh senyum. Bila perlu juga dibuatkan Undang-undang. Bangsa ini sepertinya sedang krisis senyum. Semua orang perlu semangat hidup, perlu berpartisipasi dalam memberikan inspirasi dengan indah. Jangan bilang orang yang senyum dengan terpaksa tidak ada gunanya (senyumnya maksudnya). Saya percaya, senyum, wajah yang berseri-seri (meskipun ngga cakep, dan nggak ganteng) dapat membuat sesuatu menjadi lebih baik.

Bukankah demikian? ….. *jreeeeng (sedang senyum nih…)
:) :) :)

Aggregator Loenpia