WTA yang ini bukan untuk penggemar Gadget WTA yang berarti (Want To Ask/ Advice), tetapi WTA kepanjangan dari “Welas Tanpo Alis” yang artinya secara harfiah “Kasihan tanpa Alis“.
Terkadang Kita sebagai orang yang lebih tua, tidak sampai hati melihat anak/ponakan menangis, karena minta sesuatu Ice Cream misalnya. Bagi mereka yang kuliah suatu saat kita sedang maju mid semesteran/ semesteran/ ujian karena teman dekat lantas kita memberikan contekan/ jawaban.
Atau bagi mereka yang mendapatkan tugas Logika pemograman, tinggal copy & paste tugas tersebut ke teman-teman agar dapat menyelesaikan tugas tersebut.
Bagi Orang tua agar anak/ ponakan berhenti menangis meluluskan permintaan untuk makan Ice Cream.
Seharusnya tidak meluluskan membelinya, sebenarnya bukan karena harga ice cream yang kita masalahkan, tetapi saat ini musim hujan dan si anak rentan terserang pilek. Kita tau sendiri kan biasanya pilek, seringnya disertai demam, kemudian batuk dll.
Untuk Mahasiswa nilai A atau lulus ujian merupakan target, Coba bandingkan nilai A, dari wahasiswa yang mempersiapkan belajar dengan sungguh-sungguh dibandingkan dengan siswa dengan nilai A hasil nyontek atau dapat bocoran?.
Sebenarnya nilai merupakan sebuah proses dan kwalitas dari proses itu sendiri, tanggung jawab nilai itu sendiri dapat terbukti saat menghadapi dunia nyata/ kerja silahkan buktikan.
Demikian juga dengan tugas-tugas yang diberikan dari dosen tentang logika pemograman. Disitu kita dilatih untuk berlogika dan menuangkan dalam bahasa pemrograman. Silahkan saja test logika tentang “Bilangan prima” secara live, saya pribadi tidak bisa langsung menuangkan ke dalam pemrograman, yang jelas bilangan asli yang lebih besar 1 dan faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri.
Jujur saja waktu kuliah dulu saya pernah menjadi salah satu korban WTA, dalam dunia pemrograman he..he….
“Terkadang kita ingin membantu, memberikan kasih akan tetapi dibalik itu justru tidak mendidik/ membuat lebih baik bahkan malah menjerumuskan” itulah makna yang dapat tersimpul dari kata WTA,
Meminjam Nasehat teman, Jangan pernah hanya mau menerima ikan, tetapi senantiasa ambil dan kejar kailnya. Untuk itu dalam mewujudkanya diperlukan umpan agar kita terpacu untuk lebih mandiri.
Mungkin sejatinya kita tanpa sadar sering melalukan tindakan “Welas Tanpo Alis“, oleh karena itu mari kita merenung sejenak untuk mengevaluasi apakah sikap-sikap kita dalam kategori WTA dalam kehidupan sehari-hari?.



January 24th, 2006 at 4:42 pm
Jadi ingat dulu pernah jadi korrdinator praktikum, aku kasih tinta merah dan kutempel di tembok lab semua tugas yang identik! Huahaha… buat peringatan thok sih.
Ah masa2 berkuasa…